
Pria yang viral disebut menggendong mayat di kawasan Tambora, Jakarta Barat, ternyata salah. (Instagram @jacklyn_choppers)
JawaPos.com - Pria yang viral disebut menggendong mayat di kawasan Tambora, Jakarta Barat, ternyata salah. Setelah diselidiki polisi, pria tersebut ternyata hanya membawa hewan biawak yang ukurannya hampir mencapai dua meterm
"Iya, biawaknya itu masih hidup. Karena nggak ada duit, dia jalan kaki (bawa biawaknya)," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung, Minggu (8/2).
Ia menerangkan, pria tersebut membawa biawak untuk dibawa ke kontrakannya dan dipelihara setelah membelinya di Pasar Hewan.
Arfan menegaskan pihaknyq telah mendatangi pria tersebut secara langsung dan mencocokkan identitasnya dengan yang beredar di media sosial.
"Polisi mendatangi ke tempat kontrakannya, diklarifikasi. Dia menggunakan baju sesuai dengan yang di video itu. Ya sudah, benar. Jadi tidak kita bawa ke Polsek, hanya klarifikasi karena tidak ada pelanggaran juga kan. Memang dia mau pelihara," pungkasnya.
Sebelumnya, viral di media sosial seorang pria dinarasikan menggendong mayat di kawasan Krendeng Selatan,Tambora, Jakarta Barat. Aksi pria yang diduga membungkus dan menggendong mayat manusia itu terekam CCTV.
Dalam video yang beredar, pria itu tampak berjalan santai menyusuri gang. Ia juga terlihat sempat balik kanan usai berjalan ke salah satu arah di belokan gang tersebut.
Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kebenaran video tersebut.
"Ini juga masih dalam pendalaman Polsek Tambora dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat," ujarnya kepada wartawan, Minggu (8/2).
Ia menerangkan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (7/2) kemarin malam. Kepolisian masih mendalami sosok yang digendong pria tersebut.
"Masih ini didalami, apakah memang benar yang digendong itu adalah, dibopong itu adalah sosok mayat atau bentuk gelondongan kain yang berupa mayat," tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
