
Herpes Menjadi Penyakit akibat Virus yang Mampu Bertahan Seumur Hidup (americanskin.org)
JawaPos.com - Herpes adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus tertentu, ditandai dengan lepuhan dan rasa gatal pada kulit, dialami oleh orang dewasa yang aktif secara seksual, dan jika menjangkiti ibu hamil, berpotensi menularkan meningitis pada bayi.
Herpes juga kerap diikuti dengan timbulnya lepuhan berwarna kemerahan dengan cairan panas dan gatal dan merupakan penyakit jangka panjang dengan virus yang dapat bertahan seumur hidup di tubuh pengidapnya.
Dikutip oleh JawaPos.com dari siloamhospitals.com Selasa (5/12) menyebutkan bahwa, Herpes disebabkan oleh infeksi virus, termasuk Herpes Simplex (HSV) tipe 1 dan 2, Varicella Zoster, Epstein-Barr virus (EBV), Cytomegalovirus (CMV), Herpesvirus 6 (HHV 6), Herpesvirus 7 (HHV 7), dan Herpesvirus 8 (HHV 8).
Faktor risiko termasuk sistem imunitas tubuh yang terganggu, pergantian pasangan seksual, riwayat cacar air, usia di atas 50 tahun, dan kontak fisik dengan penderita herpes kulit.
Gejala herpes melibatkan tiga stadium, dengan stadium primer ditandai oleh munculnya vesikel berisi cairan dan gejala seperti mual, demam, nyeri otot, serta pembengkakan kelenjar getah bening selama 3 minggu.
Pada stadium laten, luka herpes membaik tetapi virus masih berada dalam istirahat di saraf tulang belakang.
Stadium rekuren menyaksikan reaktivasi virus dengan gejala mirip stadium primer, seringkali lebih ringan, dan pada wanita dapat disertai keputihan, nyeri saat buang air kecil, serta sembelit atau konstipasi.
Herpes, jika tidak diatasi dengan tindakan medis, dapat mengakibatkan sejumlah komplikasi serius seperti radang jantung atau miokarditis, kanker mulut, radang paru-paru, meningitis atau radang otak, hepatitis, dan penyebaran luka herpes ke organ vital seperti mata dan saluran pernapasan.
Selain itu, terdapat risiko sindrom Ramsay Hunt yang ditandai dengan ruam kemerahan dan kelumpuhan pada satu sisi otot wajah.
Penyakit ini merupakan penyakit yang saat ini belum dapat disembuhkan sepenuhnya, karena virus penyebabnya tetap ada dalam tubuh meskipun dalam keadaan tidak aktif.
Meskipun demikian, ada berbagai langkah pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejala dan mengurangi risiko komplikasi.
Salah satu pendekatan pengobatan adalah dengan mengonsumsi obat antivirus seperti valacyclovir, famciclovir, acyclovir, atau penciclovir, yang sebaiknya digunakan sesuai petunjuk dan anjuran dokter.
Selain itu, obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan parasetamol dapat digunakan jika herpes menimbulkan rasa nyeri.
Menjaga kebersihan area luka dan mengompres ruam herpes dengan air hangat juga merupakan langkah penting dalam pengelolaan gejala.
Meski herpes tidak dapat disembuhkan secara total, tindakan-tindakan ini dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan dan risiko komplikasi.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
