
Anak-anak yang rutin mengonsumsi minuman manis. (Sumber: freepik.com/Racool_studio)
JawaPos.com – Minuman manis memang nikmat dikonsumsi ketika sedamg haus. Terlebih diminum ketika dingin disaat cuaca panas. Tapi, meminum minuman manis ternyata tidak dianjurkan untuk anak-anak.
Penelitian dari Scientific Advisory Committee on Nutrition menunjukkan, pola makan tinggi gula cenderung tinggi kalori dan bisa berdampak pada kesehatan jantung. Minuman manis menjadi sumber gula terbesar bagi anak-anak dan remaja.
Umumnya minuman manis tidak mengandung nutrisi apapun, hanya kalori dan kandungan gula yang terkandung di dalamnya. Berikut ini efek yang ditimbulkan oleh tubuh, ketika rutin mengonsumsi minuman manis terutama pada anak-anak.
1. Penyakit hati
Ketika mengonsumsi terlalu banyak minuman manis yang mengandung gula, akan memberikan tekanan berlebih pada hati kita. Menurut Journal of Hepatology, meningkatkan konsumsi gula dalam bentuk sirup jagung memiliki kaitan langsung dengan meningkatnya angka penyakit dan kegagalan hati. Dalam jurnal Nutrients menunjukkan, bahwa gula pun menyebabkan penyakit hati berlemak non alkohol.
2. Meningkatkan penyakit jantung
Mengonsumsi minuman manis berpotensi meningkatkan risiko komplikasi jantung dan kardiovaskular. Menurut Journal of Nutrition, peningkatan asupan gula berkaitan langsung dengan masalah jantung.
Baik orang dewasa maupun anak-anak yang mengonsumsi minuman dengan kandungan gula berlebih menyebabkan penumpukan lemak yang menyebabkan masalah jantung.
Penelitian lain dalam The Journal of Endocrinology and Metabolism, lemak visceral yang sama berhubungan dengan penyakit jantung, resistensi insulin yang menyebabkan diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.
3. Kecanduan gula
Minuman ringan yang mengandung pemanis membantu melepaskan dopamine, menciptakan efek merangsang, hingga membuat ketagihan sampai menjadi ketergantungan. Penelitian di jurnal Clinical Nutrition and Metabolic Care mengungkapkan, makanan dan minuman seperti soda dan jus memiliki peluang yang tinggi untuk membuat kecanduan gula. Kecanduan ini dapat menyebabkan individu mengalami obesitas dan berbagai masalah kesehatan lainnya di kemudian hari.
4. Kerusakan gigi
Anak-anak yang gemar mengonsumsi minuman manis, akan merasakan gigi berlubang. Kandungan sukrosa dalam minuman manis dapat membahayakan gigi dan mulut. Studi di American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan, adanya hubungan jelas antara asupan gula dan kerusakan gigi.
5. Penambahan berat badan
Fruktosa dalam kandungan minuman manis tidak menurunkan hormon kelaparan, sehingga ketika mengonsumsi minuman manis tidak membuat merasa lebih kenyang. Penelitian menunjukkan, bahaya minuman manis bagi orang yang mengonsumsi secara teratur mengalami kenaikan berat badan lebih. Selain itu, studi pada anak-anak yang mengonsumsi minuman ringan setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas sebanyak 60 persen.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
