Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 November 2023 | 01.29 WIB

Mengenal Sleep Latency, Periode Waktu Seseorang saat Tidur Dapat Memengaruhi Kesehatan Tubuh

Ilustrasi pria tertidur. Sumber foto: Pexels/Andrea Piacquadio

JawaPos.com – Semua orang harus mengetahui waktu tidur yang ideal ialah delapan jam setiap malamnya. Namun, jika butuh persiapan lama sebelum berbaring, itu bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Sebenarnya normal jika memerlukan sedikit waktu untuk tertidur di malam hari, kata dokter perawatan kritis dan pengobatan tidur Brad Raper, demikian dikutip JawaPos.com dari Livestrong, Senin (27/11).

Di sisi lain, durasi sebelum terbaring lelap dapat memberikan gambaran terhadap kesejahteraan tubuh ditambah ketika melakukan sweet spot atau rentang tengah saat tertidur.

Adapun periode waktu yang dibutuhkan seseorang ketika hendak tertidur dikenal sebagai sleep latency atau latensi tidur.

Sleep latency merupakan indikator untuk menentukan kualitas tidur, semakin lama durasi sebelum memejamkan mata maka semakin rendah pula bobot tidurnya.

“Ini mengukur periode antara saat seseorang berbaring dan mulai tidur,” kata Raper.

Seiring berjalannya waktu, kurang tidur bisa meningkatkan resiko kesehatan seperti obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, dan depresi, menurut National Heart, Lung, and Blood Institute.

Raper menyebut orang dewasa yang sehat dengan latensi tidur normal biasanya butuh waktu antara 10 dan 20 menit untuk benar-benar terlelap.

Latensi tidur pendek

Terlelap dalam waktu kurang dari lima menit menandakan seseorang benar-benar lelah, menurut klinik Cleveland.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore