
ILUSTRASI: Nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue.
JawaPos.com – Upaya penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) akan digencarkan. Memasuki musim hujan, DBD kerap menjadi wabah rutin. Kementerian Kesehatan kini menggandeng para peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mencegah DBD dengan nyamuk yang mengandung bakteri wolbachia.
Merujuk data Kemenkes, pada Januari hingga November tahun ini, ada 76.499 kasus DBD. Upaya penanggulangan DBD dengan nyamuk wolbachia menjadi satu harapan. Teknologi itu pada prinsipnya memanfaatkan bakteri alami wolbachia yang banyak ditemukan pada 60 persen serangga.
Bakteri tersebut selanjutnya dimasukkan dalam nyamuk Aedes aegypti hingga menetas dan menghasilkan nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia. Diharapkan, nyamuk ber-wolbachia itu menghentikan persebaran Aedes aegeypti yang mengandung dengue.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu menegaskan bahwa penyebaran nyamuk ber-wolbachia dipastikan aman. Penerapan teknologinya sudah melalui kajian dan analisis risiko dengan melibatkan 25 peneliti top Indonesia. ”Hasilnya bagus. Sudah diujicobakan di Jogjakarta sekitar 5–6 tahun lalu dan hasilnya sangat menggembirakan,” katanya kemarin (24/11).
Hasil kajian dan efektivitas itu telah dikirim ke Badan Kesehatan Dunia (WHO). WHO pun akhirnya merekomendasikan nyamuk tersebut pada 2021. Mempertimbangkan hal itu, Kemenkes memutuskan untuk memperluas area penyebaran nyamuk wolbachia di lima kota, yakni Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang, dan Kupang.
Peneliti nyamuk wolbachia UGM Prof Adi Utarini mengatakan, daerah yang disebar nyamuk ber-wolbachia terbukti mampu menurunkan angka kejadian DBD hingga 77 persen. Angka perawatan di rumah sakit juga turun 86 persen.
Bahkan, merujuk pada data Dinas Kesehatan Kota Jogja 2023, kasus DBD tercatat hanya di angka 67 kasus. Berdasar data yang dirangkum, jumlah kasus itu menjadi yang terendah dalam 30 tahun terakhir. ”Hasil ini menjadi bukti penelitian di Jogjakarta sekaligus rekomendasi ke WHO untuk vector control advisory group,” kata sosok yang akrab disapa Uut itu. (lyn/c7/bay)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
