
ilustrasi wanita sedang makan. Sumber foto: Pexels/Andrea Piacquadio
JawaPos.com – Mengunyah menjadi bagian atau proses penting ketika seseorang sedang makan, sebelum akhirnya makanan tersebut masuk ke dalam perut.
Menurut ahli gizi diet Johanna P. Salazar, langkah pertama pencernaan adalah mengunyah yang mengurangi ukuran makanan dan mengaktifkan kelenjar ludah untuk mengeluarkan lebih banyak air liur.
Air liur tersebut mengandung enzim amilase dan lipase berfungsi memecah karbohidrat dan lemak serta memicu produksi asam klorida di lambung membantunya bersiap menerima makanan yang masuk.
“Juga mengandung lendir yang membantu mengikat partikel makanan menjadi satu dan memberikan pelumas untuk membantu menelan,” kata Salazar, seperti dikutip JawaPos.com dari Real Simple, Kamis (23/11).
Kenyataannya pada era yang serba cepat dan multitasking, pola makan tak sesuai, dan tekanan waktu menyebabkan seseorang cenderung menyelesaikan sesi makan dengan tempo singkat.
Sehingga seseorang tak memikirkan kemungkinan dampak yang akan diperoleh dan berakhir mempengaruhi tubuhnya sendiri.
Padahal, mengunyah dengan benar bisa menghindari berbagai masalah pencernaan dan kesehatan, mengendalikan berat badan, serta perolehan nutrisi yang optimal.
Lantas, apa akibatnya? Simak 5 masalah yang bisa dirasakan bila tak mengunyah makanan dengan baik di bawah ini.
1. Mudah sakit maag
Seperti yang sudah disebutkan, mengunyah memicu produksi asam klorida di lambung. Hal ini membuat perut bersiap untuk memecah makanan.
Namun, jika seseorang tidak mengunyah makanan secara benar, tak akan ada banyak asam di perut yang bisa membantu pencernaan dengan baik, kata Salazar.
Kombinasi asam lambung rendah dan makanan yang tidak dikunyah dapat menyebabkan gelembung gas naik ke kerongkongan dan tenggorokan menyebabkan rasa mulas.
2. Alami masalah pencernaan
Kurangnya mengunyah bisa menjadi buruk bagi usus lantaran saat makanan berpindah dari lambung ke usus kecil, pankreas mengeluarkan enzim dan kandungan empedu melepaskan isinya.
Kedua komponen tersebut memecah makanan dan hanya bisa melakukan hal itu. Jika partikel makanan terlalu besar seperti belum sepenuhnya dikunyah, bakteri alami di usus akan memfermentasikan makanan yang tak tercerna dan berkembang biak.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
