
Seseorang yang menderita hipotermia dapat kehilangan kesadaran dan pada akhirnya dapat meninggal./livescience.com
JawaPos.com - Penyakit hipotermia sudah awam dibicarakan oleh para pendaki gunung.
Beberapa korban kasus hipotermia berat yang terjadi di gunung, banyak ditemukan dalam keadaan yang tak masuk akal, misalnya setengah badan telanjang.
Fenomena yang dianggap aneh tersebut tentu menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat khususnya para pendaki. Padahal sebenarnya memang ada penjelasan secara medis mengenai bisa terjadinya hal itu.
Melalui thread akun Twitter @afrkml, Rizal yang merupakan seorang perawat itu, menjelaskan secara detail dari sisi medis mengenai proses tubuh saat merespon tahap awal hipotermia sampai menyebabkan Paradoxical Undressing.
Nah, Paradoxical Undressing ini lah yang sebenarnya membuat kebanyakan korban hipotermia berat yang kehilangan nyawa di gunung seringnya ditemukan dalam keadaan aneh.
Paradoxical Undressing merupakan keadaan dimana seseorang mengalami kedinginan hebat, akan tetapi ia justru merasa kepanasan. Bahkan dalam beberapa kasus, korbannya sampai membuka baju akibat rasa panas yang dirasakan padahal ia sedang terkena hipotermia berat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengklasifikasikan derajat hipotermia menjadi tiga jenis, yakni hipotermia ringan (36,5-36,0 °C), hipotermia sedang (35,9-32 °C) dan hipotermia berat (<32 °C).
Menurut Rizal, pengetahuan terhadap klasifikasi hipotermia sangatlah penting untuk diketahui. Sebab, setiap derajat atau jenis hipotermia, memiliki tata cara pertolongan yang berbeda.
Dalam utas tersebut, Rizal pun mulai menjelaskan proses yang terjadi dalam tubuh saat merespon hipotermia atau kedinginan hebat.
Mula-mula ia menulis bahwa, tubuh manusia dibekali dengan peralatan canggih dan kompleks yang bernama hipotalamus (HP).
Begitu suhu inti tubuh mengalami penurunan hingga menyebabkan hipotermia, secara otomatis hipotalamus (HP) akan diaktifkan sebagai pusat pengontrol keseimbangan suhu tubuh.
HP pun kemudian memerintahkan otot untuk bergetar agar sistem metabolisme sel-sel otot ter-boost. Dari sinilah seseorang yang kedinginan (hipotermia) akan mengalami menggigil sebagai bentuk respon dari tubuh.
Tubuh akan menyeimbangkan panas pada tahap awal (hipotermia ringan) dengan meningkatkan kinerja otot, sehingga akan menghasilkan energi dalam bentuk panas tubuh.
Akan tetapi, jika cara tersebut masih belum bisa menyeimbangkan suhu tubuh dan seseorang masih merasa kedinginan, maka Hipotalamus (HP) akan melakukan cara yang lainnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
