
Dokter spesialis paru RS Premier Surabaya Prayudi Tetanto SpP.
JawaPos.com–Selain Hari Pahlawan, bulan ini ada momen yang tak boleh dilewatkan dan patut menjadi pengingat. Yakni, World Pnuemonia Day. Tiap 12 November, dunia memperingati World Pneumonia Day.
Siapapun bisa terserang pneumonia. Kementerian Kesehatan melaporkan, ada 278.261 balita yang terkena pneumonia pada 2021. Meski jumlah tersebut turun 10,19 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 309.838 kasus.
Nah, sebetulnya, apa itu pneumonia? Dokter spesialis paru RS Premier Surabaya Prayudi Tetanto SpP mengatakan, pneumonia adalah peradangan terhadap paru. Penyebabnya beragam. Mulai dari karena bakteri, virus, hingga jamur.
Dokter Prayudi Tetanto menyebutkan, bakteri, virus, hingga jamur, yang masuk ke tubuh akhirnya mengalahkan kekebalan imun.
”Dipikir pneumonia itu covid, bukan. Pneumonia ini bisa disebabkan virus, bakteri, atau jamur. Bakteri, misalnya. Nah, bakteri ini masuk ke jaringan terkecil ke paru lalu membesar di jaringan paru,” ujar dokter spesialis paru RS Premier Surabaya Prayudi Tetanto SpP.
Jika ada bakteri, lanjut dia, ada pembengkakan di jaringan paru dan menimbulkan radang. Karena radang, gejalanya yang muncul seperti batuk, keluar dahak. Apabila ada infeksi, riak memiliki warna.
”Awal batuk putih berubah kuning lalu hijau. Semakin berat bisa berubah menjadi sesak napas. Jika dahak kuning dan hijau menjadi penanda,” jelas Prayudi Tetanto.
Intensitas batuk terhadap pasien pneumonia tergantung dari seberapa besar infeksi. Kemudian, apabila dahak bisa dilihat dari segi warna kuning atau hijau.
”Pasien berpotensi nyeri dada dan makin berat lagi sesak napas. Jika ada infeksi bisa muncul demam,” tambah Prayudi Tetanto.
Mengenali gejalanya saja tak cukup. Menurut dokter spesialis paru RS Premier Surabaya Prayudi Tetanto SpP, harus diimbangi dengan hidup bersih dan sehat hingga mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.
RS Premier Surabaya menyediakan vaksinasi untuk pneumonia, PCV 13. Dokter Prayudi Tetanto SpP mengimbau agar melengkapi perlindungan diri dari pneumonia dengan vaksin.
”Untuk sasaran vaksin pneumonia anak usia di bawah 2 tahun tiga kali, pengulangan 1 kali. Dan pemberiannya dengan dokter spesialis anak, karena saya dokter spesialis paru maka fokus untuk dewasa dianjurkan 50 tahun ke atas cukup sekali seumur hidup,” papar Prayudi Tetanto.
Dokter spesialis paru RS Premier Surabaya Prayudi Tetanto SpP meminta agar pasien terus menjaga pola hidup yang baik dan sehat. Terutama, pasien dengan komorbid.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
