
Petugas menunjukkan sampel nyamuk Aedes aegypti yang sudah disuntik bakteri Wolbachia pada peluncuran kampanye pemanfaatan metode Wolbachia untuk mengendalikan DBD di Kota Denpasar, Provinsi Bali.
JawaPos.com - Pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa penggunaan bakteri Wolbachia dalam upaya pengendalian penularan demam berdarah dengue (DBD) tidak berpotensi menimbulkan penyakit baru yang berbahaya.
Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, yang mengatakan bahwa telah dilakukan penelitian dan kajian risiko yang menyatakan keamanan penggunaan Wolbachia.
"Wolbachia tidak menimbulkan penyakit baru yang berbahaya bagi kesehatan, sudah ada penelitian dan kajian risiko," Siti Nadia Tarmizi saat dimintai keterangan di Jakarta seperti dilansir dari ANTARA, Jumat (17/11).
Menurut penelitian Pusat Kedokteran Tropis Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2012, Nadia mengatakan Wolbachia merupakan bakteri alami yang umumnya ditemukan pada serangga seperti kupu-kupu, ngengat, nyamuk, dan lalat.
Penelitian ini dilakukan di lima dusun, mencakup area permukiman dan agrikultur, yang berada di Kabupaten Sleman dan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hasil penelitian ini menunjukkan keberadaan Wolbachia pada sekitar 44,9 persen serangga, termasuk nyamuk dan lalat, tanpa menyebabkan infeksi dan menimbulkan penyakit baru pada manusia atau hewan.
"Wolbachia merupakan endosimbion obligat, yang hanya bisa hidup di dalam sel organisme hidup lain," katanya.
Nadia sebagai perwakilan Kemenkes, menjelaskan bahwa bakteri Wolbachia memiliki efek positif dalam menurunkan replikasi virus dengue di tubuh nyamuk Aedes aegypti. Wolbachia berperan dalam kompetisi makanan antara virus dan bakteri, menghambat perkembangan virus dengan meminimalisir sumber nutrisi yang dibutuhkan.
Selain itu, nyamuk Aedes aegypti yang mengandung bakteri Wolbachia dilepaskan sebagai upaya mengendalikan penularan virus dengue. Jika nyamuk Aedes aegypti jantan dengan Wolbachia kawin dengan nyamuk betina, maka virus dengue pada nyamuk betina akan terblokir.
Apabila nyamuk betina dengan Wolbachia kawin dengan nyamuk jantan yang tidak memiliki bakteri itu, maka seluruh telurnya akan mengandung Wolbachia.
"Metode pertama pelepasan bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk Aedes eegypti dengan melepas nyamuk ber-Wolbachia jantan saja dalam kurun waktu tertentu, sehingga telur-telur yang dihasilkan tidak menetas dan memberikan dampak berupa penurunan populasi," kata Nadia.
Metode pelepasan kedua yang ditujukan untuk menyebarkan Wolbachia dalam populasi nyamuk Aedes aegypti guna menekan penularan virus dengue. Hal ini dilakukan dengan melepas nyamuk jantan dan betina dengan Wolbachia dalam waktu sekitar enam bulan agar mayoritas nyamuk dalam populasi memiliki Wolbachia.
Sejak awal tahun 2023, Kemenkes telah melakukan penyebaran jentik nyamuk ber-Wolbachia di lima kota endemis demam berdarah dengue di Indonesia. Dengan tersebarnya bakteri ini di 47.251 titik di Kota Semarang, 20.513 titik di Kota Bandung, 18.761 titik di Kota Jakarta Barat, 9.751 titik di Kota Kupang, dan 4.917 titik di Kota Bontang, diharapkan dapat mengurangi penularan virus dengue secara signifikan.
Penerapan teknologi ini menjadi langkah inovatif dalam mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya terkait demam berdarah dengue. Dengan demikian, Kemenkes berupaya memberikan solusi yang efektif dan aman dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
