Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 November 2023 | 18.26 WIB

Alergi Makanan Berpotensi Memicu Adanya Serangan Jantung hingga Kamatian, Berikut Penjelasannya

Ilustrasi - serangan jantung ringan. (Antara/Freepik)

JawaPos.com - Reaski alergi makanan pada tubuh seseorang sangatalah beragam, namun tanpa disangka alergi memiliki hubungan dengan penyakit dan serangan jantung.
 
Dalam penelitian yang dirilis dalam The Journal of Allergy Clinical Immunology, menyatakan bahwa imunitas tubuh berkaitan dengan peningkatan dampak kematian akibat penyakit kardiovaskular.
 
Dikutip dari Antara pada Senin (13/11), tubuh dengan sistem kekebalan yang bereaksi terhadap alergen tertentu, terlebih pada produk susu sapi, akan secara cepat meningkatkan risiko kematian.
 
Seseorang memiliki alergi terhadap konsumsi sehari-harinya apabila imunitas tubuh mengeluarkan respon yang negatif terhadap suatu makanan.
 
Agar terhindar dari dampak yang diakibatkan oleh alergen, imunitas tubuh mengeluarkan imunoglobulin E.
 
Reaksi sistem kekebalan tubuh yang buruk bentuknya dapat berupa gatal-gatal pada tubuh, mengi, bengkak, dan gangguan pencernaan mulai dari mual hingga diare. Pada sebagian orang, reaksi buruk dapat membahayakan jiwa.
 
"Kami terkejut dengan temuan ini karena sangat umum terdapat IgE dalam makanan dan sebagian besar orang tidak menunjukkan gejala apapun saat mereka mengonsumsi makanan tersebut," ucap Corinne Keet, penulis dari UNC.
 
 
Faktor terkuat terhadap risiko kematian akibat serangan jantung yang disebabkan oleh alergi terhadap suatu makanan adalah apabila seseorang yang memiliki alergi makanan tertentu namun ia tetap mengonsumsinya secara konsisten.
 
"Meskipun respons ini mungkin tidak cukup kuat untuk menyebabkan reaksi alergi akut terhadap makanan, namun bisa saja menyebabkan peradangan dan lama kelamaan menyebabkan masalah seperti penyakit jantung," ucap Jeffrey Wilson, salah seorang peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Virginia.
 
Telah dilakukan survei terhadap 4.414 orang dewasa yang mengikuti program Survei Kesehatan dan Pemeriksaan Nasional (NHANES) dan sebanyak 960 partisipan dalam situs Studi Multi-Etnis Aterosklerosis (MESA).
 
Penelitian tersebut dilakukan dengan cara mengukur IgE secara keseluruhan dari partisipan terhadap alergen, mulai dari susu sapi, telur, kacang tanah, udang, alpha-gal, tungau debu, hingga rumput timothy. 
 
Sebanyak 285 jiwa gugur dalam penelitian ini akibat penyakit kardiovaskular yang terdapat kaitannya dengan alergen yang dimiliki. Partisipan yang mempunyai IgE pada suatu makanan terutama susu, memiliki risiko kematian yang lebih besar. 
 
"Temuan ini tidak secara meyakinkan membuktikan bahwa antibodi makanan menyebabkan peningkatan risiko, namun penelitian ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menghubungkan peradangan alergi dan penyakit jantung," demikian pernyataan dalam acara tersebut.
 
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore