
Tembakau alternatif miliki tingkat toksisitas lebih rendah
JawaPos.com – Produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, secara komparatif memiliki risiko lebih rendah secara kesehatan daripada rokok. Hal itu terungkap berdasarkan hasil kajian literatur ilmiah dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB).
Menurut Guru Besar SF-ITB Prof. Rahmana Emran Kartasasmita, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa produk alternatif rokok itu memiliki paparan zat berbahaya dan berpotensi berbahaya (harmful and potentially harmful constituents) yang lebih rendah daripada rokok.
"Kajian tersebut berdasarkan metode standar yang dilakukan lembaga-lembaga dunia seperti World Health Organization (WHO), International Agency for Research on Cancer (IARC), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dan United State Environmental Protection Agency (US-EPA)," ujar Emran kepada wartawan, Kamis (2/2).
Ia mengatakan bahwa proses kajian risiko tersebut telah melalui beberapa tahapan. Pertama, penelusuran literatur independen dan publikasi ilmiah untuk mencari data kualitatif dan kuantitatif terkait berbagai senyawa dalam produk tembakau yang dipanaskan dan rokok sebagai pembanding.
"Serta penggolongan karsinogenitasnya dengan merujuk pada IARC (The International Agency for Research on Cancer atau Badan Internasional untuk Penelitian Kanker)," jelas Emran
Di tahap kedua, Emran mengatakan bahwa tim SF-ITB melakukan pencarian data karakterisasi bahaya untuk senyawa dengan nilai ambang (non-karsinogenik dan karsinogenik non-genotoksik) dan tanpa nilai ambang keamanan (karsinogenik genotoksik). "Hasilnya, produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko yang lebih rendah daripada rokok," ungkapnya
Namun begitu, meski memiliki risiko yang lebih rendah, ia mengatakan bahwa produk itu tidak sepenuhnya bebas risiko. Di dalam produk alternatif rokok itu tetap terdapat komponen zat berbahaya dan berpotensi berbahaya juga, seperti acrolein, benzena, nikotin, dan 1,3-butadiene.
Hasil kajian SF-ITB tersebut, kata Emran selaras dengan kajian ilmiah yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kesehatan kredibel di dunia, termasuk Public Health England dan UK Committee on Toxicology (COT), bagian dari Food Standards Agency. COT menyimpulkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko 90-95 persen lebih rendah daripada rokok.
Dengan berbagai hasil kajian ilmiah tersebut, ia mengajak pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk turut mengkaji produk tembakau alternatif bersama para akademisi, pelaku industri, asosiasi, hingga konsumen. Hasil dari kajian tersebut akan sangat membantu dalam meluruskan disinformasi terhadap produk ini.
"Nantinya, kajian ilmiah bisa menjadi informasi komprehensif bagi publik, terutama perokok dewasa untuk menurunkan prevalensi merokok sehingga kesehatan masyarakat semakin baik," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022