
DAUN BERKHASIAT: Daun asam muda atau sinom dari rantingnya untuk kemudian direbus. Sinom kaya akan vitamin C. (Angger Bondan/Jawa Pos)
Popularitas sinom (daun asam muda) dalam dunia herbal memang belum melampaui buah asam. Namun, manfaatnya bagi kesehatan perlu dipertimbangkan. Salah satu kendalanya adalah pengadaan bahan baku yang bergantung pada musim.
---
DI pantai utara Pulau Jawa, pohon asam ditanam di tepi jalan antara Anyer dan Panarukan. Ditanam pada masa pemerintahan Belanda, pohon itu juga dibudidayakan secara intensif, terutama di Jawa.
Namun, dari data diketahui, India adalah negara yang terbanyak membudidayakan pohon asam karena banyaknya pemakaian dalam kehidupan masyarakat. Thailand juga kaya akan pohon asam dan menggunakan daun dan buahnya untuk bahan baku berbagai makanan khas.
Berasal dari Afrika, nama ilmiah pohon asam adalah Tamarindus indica dari suku Fabaceae. Tinggi pohon mencapai 15–17 meter dengan diameter bagian batangnya yang cukup besar, yaitu lebar lingkaran mencapai 8 meter. Hampir semua bagian tanaman dapat digunakan, termasuk daging buah, biji buah, daun, dan bunga. Daun tersusun sebagai anak daun yang berukuran relatif kecil dengan panjang 5–12,5 cm, tersusun berhadapan.
Pengetahuan empiris pemakaian pohon asam untuk kesehatan cukup beragam. Hal itu didukung melalui kemudahan mendapatkan bahan baku karena pohon asam mudah tumbuh. Bagian yang paling banyak digunakan adalah daging buah asam.
Manfaat untuk kesehatan dan penambah cita rasa makanan dan minuman ternyata menarik perhatian peneliti. Perhatian makin besar setelah ditemukan kandungan zat kimia yang berkhasiat sebagai antioksidan alamiah. Komposisi utama senyawa kandungan itu adalah golongan polifenol yang ada pada hampir setiap bagian tanaman, termasuk kulit batang, buah, daun, biji, akar, dan daging buah.
Catatan tentang pemakaian empiris bagian daunnya untuk kesehatan cukup beragam. Di benua asalnya, misalnya di Ghana, daun asam dicampurkan secara homogen dengan bagian lain tanaman itu untuk pengobatan malaria, nyeri tubuh, tubuh lemah, dan luka. Di Tanzania, daun asam digunakan sebagai laksatif dan akarnya untuk disentri.
Selain sebagai bahan penambah rasa pada berbagai masakan khas, penduduk India mengenal khasiat daun asam secara turun-temurun sebagai katartik (pencahar), astringen, dan antiseptik. Pemakaiannya bisa dalam bentuk segar ataupun kering.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022