
Ilustrasi penyakit ginjal. Untuk mengetahui penurunan fungsi ginjal dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah dan urin. Terutama bagi seseorang dengan riwayat keluarga berpenyakit ginjal.
JawaPos.com - Ginjal disebut juga buah pinggang berfungsi untuk menyaring kelebihan cairan dan limbah dari darah. Ketika ginjal seseorang rusak atau tak berfungsi, maka harus dilakukan cuci darah. Kondisi ini umumnya dialami oleh seseorang yang terkena diabetes dan hipertensi sebagai dampak komplikasi.
Ahli Kesehatan dari India dr Saurabh Pokhariyal, Co-Founder, VitusCare Dialysis Centers mengatakan bahwa diabetes dan tekanan darah tinggi dapat berdampak signifikan pada fungsi ginjal. Kondisi ini menyebabkan hilangnya fungsi dari waktu ke waktu, kondisi medis yang disebut Penyakit Ginjal Kronis (PGK).
"Jika dibiarkan, penyakit ini dapat berkembang lebih jauh dan pada akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal. Hal ini membuat ginjal sulit untuk memproses limbah, sehingga memerlukan dukungan ekstrinsik untuk memfasilitasi cuci darah melalui terapi berulang disebut sebagai dialisis," kata dr. Saurabh Pokhariyal, seperti dilansir dari India.com, Minggu (7/8).
Kaitan Diabetes, Tekanan Darah Tinggi, dan Penyakit Ginjal
Menurut dr. Saurabh Pokhariyal hubungan antara diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit ginjal terkadang sulit dipahami orang. Situasi ini lebih merupakan lingkaran setan.
Diabetes dan tekanan darah tinggi, keduanya merupakan penyakit gaya hidup yang terlalu luas, yang secara langsung menyebabkan penyakit ginjal yang bisa memburuk seiring waktu. Gejala gagal ginjal termasuk penurunan berat badan, nafsu makan yang buruk, kelelahan, pergelangan kaki tangan dan kaki bengkak, darah dalam urin, insomnia, kulit gatal, kram otot, dan sakit kepala.
Terapi Obat
Jika terdeteksi tepat waktu atau lebiu dini, perkembangan penyakit ginjal dapat diperlambat dan gejala dapat dikelola melalui obat-obatan. Sehingga tidak berujung ginjal lebih rusak.
Yang paling penting adalah melakukan perubahan gaya hidup seperti mempertahankan berat badan yang optimal, berolahraga, bermeditasi, mengurangi konsumsi garam dan alkohol, dan berhenti merokok. Bagi penderita diabetes, penting memantau kadar glukosa darah secara teratur dan mengendalikannya dengan obat-obatan serta mengikuti pola makan yang direkomendasikan oleh ahli gizi.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
