Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Agustus 2022 | 17.30 WIB

Ini Sebabnya Komplikasi Diabetes dan Hipertensi Berujung Gagal Ginjal

Ilustrasi penyakit ginjal. Untuk mengetahui penurunan fungsi ginjal dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah dan urin. Terutama bagi seseorang dengan riwayat keluarga berpenyakit ginjal. - Image

Ilustrasi penyakit ginjal. Untuk mengetahui penurunan fungsi ginjal dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah dan urin. Terutama bagi seseorang dengan riwayat keluarga berpenyakit ginjal.

JawaPos.com - Ginjal disebut juga buah pinggang berfungsi untuk menyaring kelebihan cairan dan limbah dari darah. Ketika ginjal seseorang rusak atau tak berfungsi, maka harus dilakukan cuci darah. Kondisi ini umumnya dialami oleh seseorang yang terkena diabetes dan hipertensi sebagai dampak komplikasi.

Ahli Kesehatan dari India dr Saurabh Pokhariyal, Co-Founder, VitusCare Dialysis Centers mengatakan bahwa diabetes dan tekanan darah tinggi dapat berdampak signifikan pada fungsi ginjal. Kondisi ini menyebabkan hilangnya fungsi dari waktu ke waktu, kondisi medis yang disebut Penyakit Ginjal Kronis (PGK).

"Jika dibiarkan, penyakit ini dapat berkembang lebih jauh dan pada akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal. Hal ini membuat ginjal sulit untuk memproses limbah, sehingga memerlukan dukungan ekstrinsik untuk memfasilitasi cuci darah melalui terapi berulang disebut sebagai dialisis," kata dr. Saurabh Pokhariyal, seperti dilansir dari India.com, Minggu (7/8).

Kaitan Diabetes, Tekanan Darah Tinggi, dan Penyakit Ginjal

Menurut dr. Saurabh Pokhariyal hubungan antara diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit ginjal terkadang sulit dipahami orang. Situasi ini lebih merupakan lingkaran setan.

Diabetes dan tekanan darah tinggi, keduanya merupakan penyakit gaya hidup yang terlalu luas, yang secara langsung menyebabkan penyakit ginjal yang bisa memburuk seiring waktu. Gejala gagal ginjal termasuk penurunan berat badan, nafsu makan yang buruk, kelelahan, pergelangan kaki tangan dan kaki bengkak, darah dalam urin, insomnia, kulit gatal, kram otot, dan sakit kepala.

Terapi Obat

Jika terdeteksi tepat waktu atau lebiu dini, perkembangan penyakit ginjal dapat diperlambat dan gejala dapat dikelola melalui obat-obatan. Sehingga tidak berujung ginjal lebih rusak.

Yang paling penting adalah melakukan perubahan gaya hidup seperti mempertahankan berat badan yang optimal, berolahraga, bermeditasi, mengurangi konsumsi garam dan alkohol, dan berhenti merokok. Bagi penderita diabetes, penting memantau kadar glukosa darah secara teratur dan mengendalikannya dengan obat-obatan serta mengikuti pola makan yang direkomendasikan oleh ahli gizi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore