
Ilustrasi Hepatitis akut. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com – Penyelidikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang berlangsung hingga 17 Mei lalu menunjukkan, dari 14 kasus dugaan hepatitis akut, tidak ada satu pun yang punya riwayat Covid-19. Dan, dari 14 kasus diduga tersebut, hanya satu yang probable. Sisanya masih pending classification atau masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril SpP mengatakan, kasus probable pemeriksaan hepatitis A, B, C, dan E-nya menunjukkan nonreaktif dan patogen lainnya pun negatif. ’’Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan terakhir dia sepsis bakteri sehingga kasusnya discarded (tak tergolong hepatitis akut),’’ kata Syahril kemarin (18/5).
Secara terperinci, dari 13 kasus pending classification itu, masing-masing 1 kasus terjadi di Sumatera Utara, Jambi, dan Sumatera Barat. Lalu, 7 kasus di DKI Jakarta dan 3 kasus lainnya di Jawa Timur.
Untuk kelompok umur, yang terbanyak adalah di bawah 5 tahun sebanyak 7 kasus. Lalu, usia 6–10 tahun 2 kasus dan 11–16 tahun 5 kasus. ’’Dari 14 kasus dugaan hepatitis akut, terdapat 6 kasus meninggal dunia, 4 kasus masih dirawat, dan 4 kasus sudah dipulangkan,’’ tuturnya.
Upaya yang dilakukan melalui surveilans, analisis patogen menggunakan whole genome sequencing (WGS). Dengan cara itu, nanti terlihat varian virus yang muncul.
Kemudian pelaporan dengan new all record (NAR). ’’Untuk upaya terapeutik, kita sudah menyusun pedoman tata laksana kasus hepatitis ini bersama IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan komite ahli yang telah dibentuk Kemenkes,’’ ucap Syahril.
Pada 13 Mei lalu telah diterbitkan keputusan Dirjen Pelayanan Kesehatan tentang tata laksana hepatitis akut pada anak yang belum diketahui penyebabnya di fasilitas pelayanan kesehatan. Kemenkes juga sudah menunjuk laboratorium nasional di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) untuk menerima seluruh rujukan sampel pasien-pasien yang diduga hepatitis.
"Di laboratorium nasional ini telah dipersiapkan ketersediaan reagen atau kitnya untuk deteksi hepatitis, baik reagen metagenomik atau WGS maupun reagen PCR," tutur direktur RSPI Sulianti Saroso itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022