Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 April 2022 | 05.56 WIB

Sebabkan Krisis Iklim, Berikut Jenis Polutan Berbahaya Bagi Lingkungan

Di seluruh dunia, emisi gas rumah kaca bukannya turun, malah naik. Target ambisius - Image

Di seluruh dunia, emisi gas rumah kaca bukannya turun, malah naik. Target ambisius

JawaPos.com - Tak bisa dipungkiri, krisis iklim akibat pencemaran lingkungan salah satunya di udara memang membawa dunia pada bencana. Bahkan, berdasarkan pada laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) bagian dari Laporan Peninjauan Keenam (AR6) oleh Working Group III IPCC berjudul 'Mitigasi Perubahan Iklim' pada April 2022 dikatakan bumi berada pada fast track menuju bencana iklim.

Diungkapkan, CEO Landscape Indonesia Agus Sari, tidak dipungkiri kalau krisis iklim yang terjadi berhubungan erat dengan pencemaran udara. Salah satunya disebabkan oleh polusi udara yang berasal dari gas-gas rumah kaca. Termasuk juga black carbon yang mampu menutupi permukaan bumi yang cerah.

Agus menjelaskan, ketika polutan tersebut terbang dan menutupi bumi terutama dataran bersalju, maka makin sedikit energi yang dipantulkan ke angkasa. "Ini mengurangi albedo, yaitu kemampuan bumi dalam memantulkan cahaya. Kalau daerah bersalju yang berwarna putih tertutup, akan lebih sedikit energi yang dipantulkan ke angkasa, sehingga bumi akan semakin panas," ujar Agus dalam Webinar Bicara Udara bertajuk 'Perubahan Iklim dan Kualitas Udara'.

Peningkatan emisi karbon ke atmosfer juga turut meningkatkan emisi polutan lokal. Seperti karbon monoksida, mono-nitrogen oksida, ozon daratan, serta debu yang termasuk juga PM10 dan PM2,5. Oleh karena itu, menurunkan emisi gas-gas rumah kaca akan turut menurunkan emisi polutan lokal.

"Menurunkan polusi udara maka akan menurunkan potensi perubahan iklim,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Junior Scientist Nafas Indonesia Dinda Shabrina mengakui, PM2,5 merupakan salah satu polutan yang berpengaruh terhadap perubahan iklim. Menurutnya, PM2,5 bisa mempengaruhi suhu bumi melalui cooling and warming effect.

"PM2,5 juga berbahaya terhadap lingkungan dan kesehatan. Badan manusia tidak mampu memfilter polutan ini, yang berarti dapat terperangkap di paru-paru," imbuhnya.

Oleh karena itu, Dinda mengajak seluruh pihak untuk lebih peduli lagi terhadap krisis iklim dan polusi udara. Sebab, kedua masalah tersebut penting untuk segera diatasi karena sangat berpengaruh kepada generasi mendatang.

"Mengatasi perubahan iklim dan polusi udara harus berjalan bersamaan, karena kedua hal tersebut mempengaruhi satu sama lain," pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore