Ilustrasi seseorang yang menggunakan masker di wilayah dengan paparan polusi udara yang tinggi (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Sejumlah kota besar di Indonesia, terutama wilayah Jabodetabek sedang dilanda masalah polusi udara yang cukup serius. Sumber pencemaran udara di kawasan ini umumnya berasal dari emisi kendaraan bermotor yang padat setiap hari, aktivitas industri serta pembangunan konstruksi yang terus berlangsung.
Kondisi meteorologis seperti musim kemarau yang panjang juga memperparah keadaan, sehingga polutan di udara sulit dibersihkan secara alami. Akibatnya, kualitas udara di Jabodetabek sering kali masuk dalam kategori tidak sehat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit tertentu.
Polusi udara merupakan kondisi ketika udara di sekitar manusia tercemar, dan mengandung beberapa zat berbahaya seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida, ozon dan sulfur dioksida. Jika zat polutan tersebut tidak sengaja terhirup, maka akan mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan.
Dikutip dari Alodokter, berbagai dampak polusi udara terhadap kesehatan dapat langsung dirasakan seperti iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, atau kulit, disertai pusing dan sakit kepala. Selain itu, polusi udara juga dapat memicu gangguan pernapasan, seperti batuk, napas berbunyi (mengi) hingga sesak napas.
Terlebih lagi, paparan polusi yang terus-menerus akan mengakibatkan kondisi yang lebih buruk seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), pneumonia, bronkitis dan konjungtivitis. Maka dari itu, diperlukan pencegahan yang efektif agar bisa terhindar dari masalah pernapasan.
Dikutip dari Halodoc, ada 5 tips ampuh yang bisa diterapkan agar terhindar dari gangguan pada sistem pernapasan.
1. Menjaga Kebersihan
Upaya menjaga kebersihan bisa dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Hal ini perlu diperhatikan terutama setelah beraktivitas di luar rumah, menaiki transportasi umum, atau menyentuh benda yang rawan terkontaminasi kuman.
Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol dan antiseptik sebagai alternatif untuk membasmi kuman di tangan. Kebiasaan sederhana ini efektif membantu mencegah penyebaran virus dan bakteri ke tubuh.
2. Menghindari Kebiasaan Menyentuh Wajah
Ketika belum bisa memastikan tangan kamu dalam kondisi bersih, sebaiknya hindari menyentuh wajah, terutama bagian hidung, mulut dan mata. Tangan yang menyentuh permukaan kotor dapat membawa virus dan bakteri ke dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko terjadinya masalah saluran pernapasan.
3. Mencukupi Asupan Nutrisi
Mengonsumsi makanan yang kaya serat, vitamin, dan mineral penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap optimal. Buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, serta produk susu rendah lemak dapat membantu meningkatkan imunitas.
Selain mencukupi nutrisi dari makanan, kualitas tidur yang baik dan pengelolaan stres juga turut mendukung daya tahan tubuh. Jangan lupa rutin berolahraga agar tubuh tetap bugar dan lebih mampu melawan berbagai penyakit.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
