
Photo
JawaPos.com - Konsumsi buah dan sayur setiap hari penting demi menjaga kesehatan tubuh salah satunya saluran pencernaan, demikian kata Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO, dikutip dari ANTARA.
"Kita tahu sayur dan buah mengandung antioksidan dan tinggi serat, penting bagi saluran pencernaan sehingga terhindar dari berbagai penyakit termasuk penyakit tidak menular (PTM) seperti kanker usus besar, diabetes," ujar dia dalam talkshow daring bertajuk #KerenDimakan: Mengajak Remaja Mencintai Diri Lewat Gizi Seimbang".
Imran mengatakan, anjuran konsumsi sayuran dan buah rutin menjadi bagian Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dicanangkan pemerintah sejak beberapa waktu lalu. Melalui Germas, pemerintah juga mengajurkan masyarakat melakukan aktivitas fisik secara teratur, menghindari rokok dan asapnya yang turut berperan sebagai pencegahan penyakit.
"Peran remaja sebagai agent of change dari Germas sangat penting, harus tahu berbagai pengetahuan melalui media, buku. Setelah tahu, menjadi mau melakukan seperti banyak makan buah dan sayur, setelah itu mampu mengajak orang lain untuk menjadi seperti agent of change dari Germas salah satunya #KerenDimakan," kata dia.
Lebih lanjut mengenai Germas, Ketua Tim Kerja KIE, Kementerian Kesehatan Dwi Adi Maryandi menuturkan, pemerintah melalui Germas berusaha mengupayakan agar masyarakat bisa hidup sehat sehingga penyakit tidak menular (PTM) menurun.
Menurut dia, para anak muda memiliki andil di sini, mengingat PTM seperti semisal hipertensi dan stroke juga mengenai orang berusia muda, Di sisi lain, Adi tak menampik ada faktor risiko seperti kebiasaan merokok, kurang gerak dan kurang asupan serat, yang ikut berkontribusi pada terjadinya PTM.
"Germas ini gerakan agar bagaimana masyarakat bisa hidup sehat. Anak muda, remaja punya andil mewujudkan masyarakat yang sehat. Germas mau kita fokuskan untuk menurunkan PTM. Anak muda terkena stroke, hipertensi, ini cukup banyak. Penyakit tidak mengenal usia," ujar Adi.
Terkait kebiasaan konsumsi buah dan sayur, menurut Adi, merujuk data hanya 1 dari orang di Indonesia yang konsumsinya sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan yakni lima porsi setiap hari.
Dia mengatakan, perlu ada pembiasaan agar masyarakat mau mengonsumsi sayur dan buah sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan, sama halnya dengan pemakaian masker selama pandemi COVID-19 yang melanda dua tahun terakhir.
"Kalau sekarang enggak pakai masker keluar rumah kayak ada yang hilang. Ini namanya perubahan perilaku. Harus dibiasakan. Dari teorinya minimal 6 bulan kita melakukan perilaku tersebut sudah ada rasanya hilang," kata dia.
Di sisi lain, pembiasaan ini juga membutuhkan dukungan dalam bentuk kebijakan. Pihak sekolah, misalnya, dianggap mempunyai peran penting menanamkan budaya sehat dini termasuk konsumsi buah dan sayur pada siswa-siswa sehingga perlahan mereka terbiasa.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
