
Petugas menyuntikkan vaksin kepada ibu hamil. (Dok. Jawa Pos)
JawaPos.com - Direktur Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang Dr Yusirwan Yusuf mengemukakan jika ada orang yang sudah divaksin namun kemudian terkena Covid-19 maka gejala yang diderita jauh lebih ringan karena sudah ada memori sel antibodi.
"Bukan berarti jika sudah divaksin seseorang akan bebas sepenuhnya dari Covid-19 namun yang terjadi adalah gejala yang dialami tidak lagi bersifat fatal," kata dia di Padang, Senin (22/3), seperti dikutip dari Antara.
Ia menyampaikan itu pada diskusi interaktif Spectaxcular 2021 digelar Direktorat Jenderal Pajak Kanwil Sumbar Jambi dengan tema Pajak Untuk Vaksin Kita.
Menurut dia hingga saat ini vaksin merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai Covid dan pemerintah telah menyiapkan 360 juta dosis vaksin yang akan disuntikkan dalam jangka satu tahun.
Ia menyampaikan saat ini terdapat lima merek vaksin yang masuk ke Indonesia dan berdasarkan penelitian tingkat efikasi paling tinggi adalah Sinovac yaitu 68 persen. "Artinya dari 100 orang yang divaksin, hanya 32 orang yang tetap sakit dan sisanya telah memiliki kekebalan," kata dia.
Ia menjelaskan antibodi akan terbentuk 14 sampai 28 hari setelah vaksin kedua disuntikkan. "Oleh sebab itu warga yang divaksin apalagi baru tahap satu jangan terlalu percaya diri kemudian mengabaikan protokol kesehatan yaitu jaga jarak, pakai masker dan mencuci tangan rutin," kata dia.
Kemudian usai vaksin akan dirasakan sejumlah kejadian ikutan yaitu rasa kantuk dan terasa ada gejala flu.
Sementara Kepala DJP Kanwil Sumbar Jambi Lindawaty menyampaikan program vaksin pembiayaan berasal dari masyarakat selaku wajib pajak. "Semuanya gratis, oleh sebab itu saya mendorong masyarakat khususnya wajib pajak untuk terus berkontribusi dalam melaporkan SPT tahunan," kata dia. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=yyCCfGAxOCQ
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022