Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Desember 2021 | 14.43 WIB

Operasi Batang Otak yang Berisiko Tinggi, Ini Penjelasan Dokter

Ilustrasi: Sebuah video yang diambil selama operasi enam jam untuk tumor otak, memperlihatkan dia berbaring telentang di ruang operasi, dikelilingi oleh staf medis dan dia mengambil gitarnya - Image

Ilustrasi: Sebuah video yang diambil selama operasi enam jam untuk tumor otak, memperlihatkan dia berbaring telentang di ruang operasi, dikelilingi oleh staf medis dan dia mengambil gitarnya

JawaPos.com - Otak merupakan sentral atau pusat saraf manusia. Ketika otak memerlukan operasi terutama di bagian batang otak tentunya akan sangat rumit bagi tim medis. Risiko bagi pasien juga cukup besar.

Dalam webinar 25 tahun Tim Bedah Saraf Siloam Hospitals, tim yang beranggotakan 28 dokter spesialis bedah saraf telah melakukan lebih dari 20 ribu tindakan bedah saraf. Seiring dengan berjalannya waktu dan kebutuhan masyarakat untuk tindakan bedah saraf, operasi umumnya dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf.

Ketua Tim Bedah Saraf Siloam Hospitals Prof. Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS (K), Ph.D mengatakan operasi batang otak merupakan operasi yang berisiko. Batang otak adalah bagian otak yang terletak di dasar otak dan terhubung ke saraf tulang belakang.

Selain itu, bagian otak ini juga berperan sebagai penghubung antara otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan saraf tulang belakang. Batang otak tidak hanya mampu mengendalikan gerakan tubuh, namun juga berperan penting bagi kelangsungan hidup setiap individu.

"Tidak banyak dokter bedah saraf yang berani melakukan operasi batang otak karena berisiko sangat tinggi mengakibatkan kematian," katanya secara virtual, Rabu (15/12).

Sedikitnya sudah 70 operasi batang otak dengan tingkat kesuksesan 100 persen. Ternyata operasi batang otak memiliki risiko tinggi.

“Tidak banyak dokter bedah saraf yang berani melakukan operasi batang otak karena berisiko sangat tinggi mengakibatkan kematian. Namun, kami bertekad untuk dapat membuktikan bahwa dokter Indonesia memiliki kompetensi dan kemampuan yang tidak kalah hebat dengan bangsa lain serta kami akan selalu ada untuk melayani anak bangsa yang membutuhkan tindakan terkait otak dan bedah saraf,” tambah Prof Eka.

"Saya memotivasi seluruh dokter di Indonesia, khususnya di bidang bedah saraf untuk berambisi dapat melakukan operasi yang sebaik-baiknya untuk pasien, apapun kalangannya dengan kasus sesulit apapun juga," tegasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore