Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Januari 2021 | 18.12 WIB

Gerogoti Jaringan Usus Besar, Kenali Gejala Kanker Kolorektal

Ilustrasi kanker usus. Dikatakan minum air es saat makan baso bisa menyebabkan kanker usus, benarkah? - Image

Ilustrasi kanker usus. Dikatakan minum air es saat makan baso bisa menyebabkan kanker usus, benarkah?

JawaPos.com - Berbagai jenis kanker memiliki tingkat keganasan masing-masing. Jika seringkali memiliki masalah pada sistem pencernaan dan usus, jangan disepelekan. Sebab bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit kanker kolorektal.

Kanker jenis ini adalah keganasan yang berasal dari jaringan usus besar. Terdiri dari kolon (bagian terpanjang dari usus besar) dan/atau rektum (bagian kecil terakhir dari usus besar sebelum anus).

Dari data Globocan 2012, insiden kanker kolorektal di Indonesia adalah 12,8 per 100.000 penduduk usia dewasa, dengan mortalitas 9,5 persen dari seluruh kasus kanker. Di Indonesia, kanker kolorektal sekarang menempati urutan nomor 3 (GLOBOCAN 2012). Karakteristik penderita kanker kolorektal di Indonesia agak berbeda dengan di negara maju. Di Indonesia, 51 persen dari seluruh penderita berusia di bawah 50 tahun dan pasien di bawah 40 tahun berjumlah 28,17 persen.

Konsultan Hematologi Onkologi Medik FKUI-RSCM Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid, FINASIM, FACP, menjelaskan, perubahan gaya hidup yang mendorong kanker seperti merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, obesitas dan diet tinggi lemak dan rendah serat. Serta faktor risiko lingkungan dan pekerjaan seperti polusi udara, asap dalam ruangan dari penggunaan bahan bakar padat rumah tangga dan lainnya.

Menurutnya, secara global, kanker kolorektal merupakan jenis kanker ketiga paling banyak pada laki-laki. Sedangkan jenis kanker kedua paling banyak pada perempuan.

Baca Juga: Catat, Penderita Gagal Ginjal dan Kanker Belum Bisa Divaksin Covid-19

Lebih dari 86 persen pasien yang didiagnosis dengan kanker kolorektal berusia kurang dari 50 tahun dan asimptomatik. Secara keseluruhan risiko untuk mendapatkan kanker kolorektal adalah 1 dari 20 orang (5 persen).

Risiko penyakit cenderung lebih sedikit pada perempuan dibandingkan pada pria. Banyak faktor lain yang dapat meningkatkan risiko individu untuk terkena kanker kolorektal.

Gejala Kanker Kolorektal

Gejala kanker kolorektal seringkali dirasakan oleh pasien ketika kanker sudah berkembang jauh. Jenis gejalanya tergantung kepada ukuran dan lokasi tumbuhnya kanker. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain, diare atau konstipasi, buang air besar yang terasa tidak tuntas, ada darah pada tinja. Bahkan mual dan muntah. Perut terasa nyeri, kram, atau kembung. Lantas tubuh mudah lelah dan berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

"Terapi untuk kanker, termasuk di dalamnya Kanker Kolorektal (KKR) saat ini telah berkembang dengan sangat pesat baik dalam diagnosis maupun pengobatan. Salah satu yang dikembangkan dalam KKR selain kemoterapi dan imunoterapi, yaitu personalised medicine dengan tujuan memberikan ketahanan hidup yang lebih panjang bagi pasien kanker kolorektal yang bermetastasis (menyebar)," katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (26/1).

Faktor penyebab KKR yaitu sekitar 70 persen kasus KKR dipengaruhi oleh faktor lingkungan termasuk kebiasaan makan, aktivitas fisik, merokok dan konsumsi alkohol. Sekitar 25 persen dari kasus KKR memiliki kecenderungan genetik, dan 5 persen dari pasien KKR memiliki faktor keturunan yang terkait dengannya perkembangannya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=_SvJUpeygPE

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore