
ILUSTRASI. Seorang subjek baru-baru ini meninggal dalam uji klinis tahap akhir dari vaksin Covid-19 AstraZeneca. (File Photo)
JawaPos.com - Beberapa orang dengan penyakit komorbid atau penyakit penyerta, masuk dalam kelompok populasi yang belum bisa divaksin Covid-19. Salah satunya mereka dengan penderita penyakit kronis seperti ginjal, diabetes, hipertensi dan kanker.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang diwakili oleh Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Prof Iris Rengganis menjelaskan, untuk seseorang dengan sakit ginjal, tim dokter sepakat populasi ini belum layak divaksin Covid-19. Terutama dengan mereka yang menderita hipertensi.
Sebab pasien gagal ginjal melakukan cuci darah, kemudian memiliki sindrom nefrotik. Transplantasi ginjal pun masih mendapat obat-obat yang menekan sistem imun.
"Jadi beberapa kelihatannya masih banyak yang belum layak. Banyak pertanyaan dari kami dari teman-teman kami sendiri yakni nakes kenapa kok banyak merahnya belum layaknya. Kemudian kami menjawab ini hanya sementara untuk batch satu. Kami lakukan demikian dulu karena kami takut dan sangat berhati-hati sekali untuk hal ini," kata Prof Iris dalam rapat dengar pendapat dengan DPR, Selasa (19/1).
Baca Juga: Dokter Jelaskan Jenis Alergi yang Jadi Catatan saat Vaksinasi Covid-19
Kemudian untuk diabetes boleh divaksin. Dalam aturan Kemenkes, Penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen dapat diberikan vaksinasi. Sedangkan jika di atas batas itu, masih belum boleh.
Menurutnya justru dianjurkan asal HBA1C-nya dalam tiga bulan terakhir itu di bawah 7,5 persen. Sehingga gula darahnya dipastikan terkontrol.
"Jadi bukan gula darahnya yang kita periksa tetapi HBA1C di kondisi gula darah terkontrol atau tidak dalam tiga bulan terakhir ya itu yang penting," jelas Prof Iris.
Baca Juga: Pernah Terinfeksi Covid-19, Dokter: Tunggu 8 Bulan Untuk Bisa Divaksin
Bagaimana dengan penderita kanker? Ternyata masih belum bisa untuk divaksin Covid-19.
"Kemudian mengenai hematologi onkologi ya, semua yang berbau kanker itu masih dalam pengobatan kemoterapi itu tidak layak ya (divaksin)," katanya.
"Pembentukan antibodi pada penyakit-penyakit ini tidak akan berhasil dengan baik," tutupnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/ukLKzKyKvf0

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
