Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Desember 2020 | 05.13 WIB

Kurangi Penggunaan Gadget dan Tingkatkan Kreativitas Saat Pandemi

PERLU ISTIRAHAT: Menggunakan gadget sebelum tidur bisa mengganggu proses tidur itu sendiri. Hasilnya, tidur bisa tidak berkualitas. (Angger Bondan/Jawa Pos) - Image

PERLU ISTIRAHAT: Menggunakan gadget sebelum tidur bisa mengganggu proses tidur itu sendiri. Hasilnya, tidur bisa tidak berkualitas. (Angger Bondan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pandemi Covid-19 bukan halangan untuk tetap produktif dan kreatif. Pendiri Komunitas PRAKARDUS, Muhammad Luqman Baehaqi menyatakan, aktivitas yang saat ini banyak dilakukan di rumah bisa dimanfaatkan untuk lebih dekat dengan keluarga, terutama memberikan waktu lebih kepada anak-anak, menemani dalam masa tumbuh kembangnya.

“Awalnya berkreasi dengan kardus ini sebagai solusi untuk memberi kegiatan sekaligus hiburan pada anak. Karena rumah kami jauh dari pusat hiburan dan pusat perbelanjaan," kata Luqman dalam keterangannya, Minggu (13/12).

"Kemudian kegiatan kami pun diminati banyak orang, sehingga berlanjut memberi workshop tiap akhir minggu," sambungnya.

Dalam proses menjadi kreatif, lanjut Luqman, orang tua dan anak tidak perlu berpikir terlalu jauh tentang bagaimana hasil akhirnya nanti, tapi fokus untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.

“Saya sebenarnya lebih senang mengatakan, bahwa ketika kita tahu alasan untuk melakukan sesuatu, anak-anak juga turut merasakan apa yang kita rasakan. Ini lebih baik daripada, sekadar mencari tahu apa yang harus kita lakukan”, ucap Luqman.

Sementara itu, Psikolog Anak dan Pendidikan, Elizabeth Santosa mengungkapkan, kreativitas adalah salah satu kemampuan manusia yang sudah ada dalam diri untuk bisa digunakan dalam mencari jalan keluar.

“Jadi kalau saya bisa katakan, kreatif itu hubungannya dengan solusi, mencari jalan keluar, proses membuat keputusan. Bukan selalu tentang menghasilkan prakarya saja," ujar Elizabeth.

Dia menyebut, kreativitas biasanya muncul dalam masa sulit. Sehingga diharapkan banyak muncul kreativitas saat masa pandemi ini.

Baca juga: Pemda Diminta Optimalkan 3M dan 3T untuk Cegah Penularan Covid-19

“Biasanya pada saat kita dalam kondisi adem ayem, enak, atau nyaman kreativitas jarang muncul. Namun kreativitas akan muncul kalau dalam keadaan kepepet. Idealnya, pada masa gelap seperti masa pandemi ini harusnya banyak kreativitas yang muncul,” ungkapnya.

Elizabeth Santosa juga berpesan kepada orang tua, agar di masa pandemi ini jangan memberikan terlalu banyak fasilitas gadget agar menstimulus kreativitas anak-anak.

“Biarkan mereka berpikir. Seperti yang dilakukan pak Luqman Baehaqi. Kasih kardus atau spidol, terserah nanti itu mau jadi apa. Nanti kalau anak-anak menyerah, baru kita ajak untuk bikin sesuatu bersama-sama," beber Elizabeth.

"Tapi, kalau selalu dibantu, dan diberikan terlalu banyak fasilitas, kemampuan kreativitasnya tidak berkembang, tidak terstimulasi, harus ada sesuatu yang menstimulus," terangnya.

Kendati demikian, protokol kesehatan dengan menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak merupakan suatu keharusan untuk mencegah penularan Covid-19. Dia pun mengharapkan, pada 2021 nanti vaksi Covid-19 segera hadir untuk mengakhiri pandemi Covid-19.

"Jadi, buat semua orang tua, dalam masa pandemi ini, kita berharap vaksin segera ada di tahun 2021. Bertahan lebih lama lagi di rumah untuk anak-anak kita. Gunakan waktu selama pandemi ini sebaik-baiknya untuk keluarga kita," pungkasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=hmxz8hTfIuA

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore