Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Agustus 2020 | 23.29 WIB

Ilmuwan Kembangkan Kapsul Stem Cells untuk Obati Kerusakan Jantung

Ilustrasi: Kapsul berisi sel induk yang dikatakan bisa sembuhkan komplikasi serangan jantung. (Rice University). - Image

Ilustrasi: Kapsul berisi sel induk yang dikatakan bisa sembuhkan komplikasi serangan jantung. (Rice University).

JawaPos.com - Hanya karena seseorang selamat dan pulih dari serangan jantung tidak berarti mereka benar-benar keluar dari ancaman mematikan. Ini karena serangan jantung dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut pada tubuh.

Melihat hal tersebut, para peneliti sedang berusaha mengembangkan obat dalam bentuk kapsul yang berisi stem cells atau sel induk atau sel punca untuk mengurangi kerusakan jantung. Para peneliti dari Rice University, Houston, Texas, Amerika Serikat (AS) , fokus pada memperbaiki jaringan jantung dan mengurangi jaringan parut.

Sel punca telah diselidiki sebelumnya untuk digunakan dalam situasi seperti itu. Tetapi karena sel punca asing bagi tubuh, hal itu dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menolaknya. Sehingga, dengan menggunakan kapsul atau pelindung, sel punca diharapkan akan bisa melakukan tugasnya.

"Sel melepaskan faktor penyembuhan yang memungkinkan perbaikan dan mengurangi tingkat cedera," ungkapnya sebagaimana dilansir dari NewAtlas.

Dengan memanfaatkan pendekatan kapsul sel punca, nantinya diharapkan bisa membuat para pejuang penyakit jantung hidup lebih lama. Saat ini, para peneliti sedang menguji sistem pengiriman baru ini pada tikus dan menemukan bahwa tikus yang menerima sel induk berkapsul ini. Yakni dengan kesembuhan sebanyak 2,5 kali lebih banyak daripada mereka yang tidak menerima. Penelitian ini masih dalam tahap awal, jadi perlu beberapa kali pengujian lagi untuk melihatnya tersedia untuk manusia.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015 lalu menyebutkan lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Sekitar 31 persen dari seluruh kematian di dunia atau sekitar 8,7 juta disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Sementara lebih dari 75 persen kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=WXipDDC002o

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore