
BUKAN KAYU BIASA: Dua pekan terakhir, banyak penjual kayu tanaman bajakah dadakan yang menggelar dagangan di pasar-pasar tradisional dan jalan-jalan Kota Palangka Raya (21/8). (Denar/Kalteng Pos)
JawaPos.com - Dalam dunia kesehatan, juga dikenal metode pengobatan dengan bahan-bahan herbal. Nama ilmunya disebut fitofarmaka. Melihat viralnya akar bajakah yang dikatakan bisa menyembuhkan kanker payudara, Kementerian Kesehatan mendorong pengujian lebih lanjut. Terlebih sebagai obat herbal.
Kepala Balitbang Siswanto mengungkapkan, bajakah dalam bahasa Dayak artinya akar-akaran. Jadi bajakah bukanlah nama spesies tanaman. Sehingga harus melewati beberapa tahapan uji penelitian yang panjang.
Dengan demikian, klaim yang mengatakan akar bajakah mampu mengobati kanker, menurutnya masih terlalu dini. Lalu, bagaimana tahapan penelitiannya?
Menurutnya, obat bahan alam dari tanaman, biasanya pendekatannya dalam bentuk ekstrak. Uji yang harus dilakukan juga melewati beberapa tahap hingga diujicobakan pada manusia.
"Untuk menuju fitofarmaka, ada uji pre klinik, uji sel lainnya untuk kanker payudara, lalu kemudian baru dengan uji mencit (tikus) lalu lanjut ke manusia," katanya dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Senin (26/8).
Dia juga menegaskan bahwa penelitian dilanjutkan untuk meninjau cara kerja, keamanan, dan manfaatnya. Terkait dengan ekstrak efek anti-kanker, maka harus diuji pada sel lain.
"Dan di dalam uji pada manusia, langkahnya masih panjang, sinergi masih penting, bisnis industri juga. Itu harus sama-sama tentunya. Balitbang sedang semangat untuk isu ini yang jadi potensi," ungkap Siswanto.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek memastikan penelitian lebih lanjut akan didukung oleh Balitbang Kemenkes. Dukungan termasuk soal riset klinis dan pembiayaan atau dana riset
"Nanti dari Litbangkes, mereka mau melanjutkan penelitian. Ini kami kawal, pendanaan juga bisa. Riset klinis dari Litbangkes akan koordinasi. Kami akan terbuka," tutup Menteri Nila.
Dalam kesempatan yang sama, baik Yazid Rafi Akbar maupun Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani, mengharapkan temuannya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Tentunya setelah diteliti lebih lanjut oleh para ahli. Sebab ketiganya mengakui kalau temuan manfaat akar bajakah ini masih sangat awal.
“Diharapkan juga diteliti oleh para ahli. Gubernur juga berikan dukungan penuh untuk penelitian ini. Harapan kami akar bajakah sebagai obat kanker dan jadi solusi bagi kemanusiaan,” jelas mereka bertiga.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
