
498013592
JawaPos.com - Penyakit hepatitis tidak boleh diabaikan gejalanya, apalagi hepatitis B dan C yang bisa menular. Pasien yang mengidap virus hepatitis seringkali sulit terdeteksi jika tak melakukan pemeriksaan.
Jika di tahap awal infeksi tidak diperiksa, maka seseorang yang positif hepatitis berpotensi menularkan virusnya ke orang lain. Kesadaran akan penyakit ini juga harus bisa ditumbuhkan lagi jika ada anggota keluarga yang meninggal karena sakit hepatitis.
"Saya melihat masyarakat kurang peduli terhadap penyakit hepatitis. Masyarakat lebih waspada terhadap kanker atau sakit jantung, padahal penyakit infeksi virus hepatitis cukup tinggi di masyarakat kita," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, Senin (29/7).
Ari mengatakan, saat ini 1 dari 12 penduduk dunia sedang mengidap hepatitis B atau hepatitis C. Penyakit ini, kata Ari, punya kans besar dalam menyebabkan kematian pada seseorang ketimbang TBC, HIV atau malaria.
Masalahnya, ada 9 dari 10 orang yang tidak menyadari hidup dengan orang penderita hepatitis. "Masyarakat memang harus selalu diingatkan akan bahaya infeksi virus ini. Rasanya kita selalu mendengar ada saja dalam keluarga kita yang pernah sakit kuning," ungkapnya.
Adapun jenis virus hepatitis yang ada adalah hepatitis A,B,C,D dan E. Terakhir juga dilaporkan ditemukannya virus hepatitis G. Dari semua jenis tadi, virus hepatitis B dan C merupakan dua virus yang bisa menyebabkan penderitanya mengalami hepatitis kronis, berlanjut menjadi sirosis hati bahkan sampai kanker hati.
Ciri-Ciri Pasien Hepatitis B dan C
Pasien dengan hepatitis B atau hepatitis C kronis biasanya tidak mengalami gejala akut. Pasien tidak menyadari bahwa dalam dirinya terdapat infeksi dua virus ini. Perlahan tapi pasti, pasien yang sudah terkena infeksi virus hepatitis mengalami kerusakan pada hatinya sampai terjadi penciutan hati atau sirosis hati.
Proses infeksi virus sampai sirosis hati bisa berlangsung selama 5 tahun. Kondisi hati yang sudah mengalami sirosis dengan jumlah virus dalam tubuh yang masih tinggi akan menyebabkan terjadinya kanker hati. Vaksinasi adalah langkah awal agar seseorang terhindar dari infeksi virus hepatitis B. Untuk hepatitis C sampai saat ini belum ada vaksinnya.
"Hanya dengan pemeriksaan darah kita dapat mengetahui apakah kita menderita infeksi ini. Sebaliknya kalau sudah mengalami gejala sepeti perut bengkak, kaki bengkak bahkan terjadi muntah darah, maka sebenarnya infeksi hepatitis yang dialami seseorang tersebut sudah lanjut," jelas dr. Ari.
Penularan Virus Hepatitis B dan C
Dua virus ini bisa menular lewat transfusi darah, pengunaan jarum suntik, penggunaan benda tajam, serta hubungan seksual. Hepatitis B atau vhepatitis C bisa diturunkan dari ibu hamil kepada bayi yang masih berada di dalam kandungan. Penggunaan alat pribadi secara bersama misal sikat gigi, pisau cukur, jarum suntik termasuk gunting kuku juga harus dioerhatikan.
"Saat ini sudah ada obat antivirus baik untuk hepatitis B maupun C walau biaya pengobatannya masih mahal. Termasuk juga untuk pemeriksaan jumlah virus baik untuk hepatitis virus B atau C juga masih mahal," ungkapnya.
Pasien yang sudah divonis mengidap hepatitis B atau C harus melakukan kontrol teratur untuk melihat progresivitas perjalanan penyakitnya. Jika sudah mengalami sirosis hati, harus dilakukan pemeriksaan USG rutin untuk mengetahui seberapa parah penciutan hati yang sudah terjadi.
"WHO sudah mengingatkan masyarakat dunia agar peduli terhadap infeksi ini dengan menetapkan 28 Juli sebagai Hari Hepatitis Dunia. Cek apakah kita menderita hepatitis B atau C dengan pemeriksaan darah, berobat dengan teratur dan tetap kontrol untuk pasien yang sudah diketahui menderita hepatitis kronis. Semakin dini kanker ditemukan semakin mudah terapi yang akan dilakukan," ungkapnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
