
Ilustrasi anak kurang gizi
JawaPos.com - Momentum Hari Anak Sedunia pada 20 November menjadi refleksi bagi pertumbuhan bayi dan balita di Indonesia. Tak hanya obesitas, masalah stunting atau anak bertubuh kerdil juga menjadi pekerjaan rumah bangsa ini.
Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Diah M Utari menjelaskan, stunting atau pendek merupakan gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan adanya kekurangan gizi kronis dan atau penyakit infeksi kronis berulang. Kondisi ini ditunjukkan dengan nilai z-score tinggi badan menurut usia (TB/U) kurang dari -2 SD berdasarkan standar WHO (WHO, 2010).
Artinya panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB) anak lebih rendah dari seharusnya PB atau TB menurut umur. Pendek (stunted) atau sangat pendek (severe stunted) adalah kegagalan dalam mencapai pertumbuhan potensial.
“Bayi dan balita adalah kelompok berisiko stunting,” kata Diah kepada JawaPos.com, Senin (20/11).
Diah juga menambahkan stunting dapat dimulai sejak 0 bulan hingga 59 bulan. Dengan menggunakan tabel WHO (2010) maka hasil ukur PB atau TB serta umur dapat menunjukkan apakah seorang anak termasuk stunting atau normal. Tidak ada gejala karena harus diukur PB dan TB nya.
“Namun jika anak sering sakit dan tidak mau makan dalam jangka lama, seharusnya kita curiga bahwa anak tersebut berisiko stunting,” papar Diah.
Sebelumnya, dalam Catatan Refleksi Akhir Tahun 2016, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengakui masih banyak balita stunting di Indonesia meskipun sudah berupaya terus ditekan.
Semula angka balita stunting masih sebanyak 37,2 persen. Setelah dipantau maka jumlahnya berhasil ditekan turun menjadi 29,6 persen. Jumlah ini juga belum merata.
Kementerian Kesehatan terus berupaya memberikan intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Selain itu berupaya meningkatkan pengetahuan para ibu agar mengerti memberikan makan bagi anak-anak terutama kampanye pemberian ASI bagi anak-anak di Indonesia Timur.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
