Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Agustus 2017 | 15.38 WIB

Berapa Rokok yang Dikonsumsi Perokok Berat Tiap Hari?

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Perokok berat tak bisa menjalani hari tanpa rokok. Bahkan efeknya bisa membuat perokok berat merasa lebih bersemangat kerja. Banyak perokok berat yang cukup memulai hari dengan sarapan pagi sebatang rokok.


Peneliti Universitas Padjajaran dan Pendiri Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik, Amaliya mengungkapkan kebiasaan merokok berakar kuat di Indonesia. Data perokok pasif yang menjadi korban di Indonesia tahun 2013 sebanyak 600 ribu jiwa.


“Ayah saya meninggal karena kanker paru-paru dan rokok. Suami saya perokok berat, karena dia pekerja desain kreatif. Enggak merokok, enggak bisa bekerja. Dapur enggak ngebul,” jelasnya dalam Diskusi Panel Potensi Alternatif Produk Tembakau di LIPI, Rabu (9/8).


Sebanyak 1 miliar perokok di dunia berada di negara miskin atau negara berpendapatan rendah. Di Indonesia saat ini berada di peringkat lima perokok terbanyak. Sebanyak 34,2 persen penduduk usia 15 tahun atau remaja adalah perokok.


“Dan perokok berat adalah menghisap rata-rata 12 batang rokok setiap hari,” ungkapnya.


Jumlah perokok berat adalah 1:4. Artinya, setiap 100 penduduk di Indonesia, ada 25 orang perokok berat. Bagi perokok berat, kata Amaliya, sesungguhnya ingin sekali berhenti. Akan tetapi keinginan kembali lagi jauh lebih kuat daripada niatnya.


“Kami meneliti perokok berat umumnya tak bisa berhenti. Kecanduan itu adalah jika saat berhenti menimbulkan masalah. Addict atau ketergantungan adalah jika menjadi masalah. Kalau diteruskan sakit jantung, kalau berhenti maka akan gelisah. Itu yang namanya addict,” jelas Amaliya.


Amaliya menjelaskan proses berbahaya dari rokok ketika dibakar dan masuk ke dalam tubuh. Rokok yang bahaya adalah zat sampah yang masuk ke dalam tubuh, Salah satunya adalah tar. Nikotin yang masuk diikuti zat sampah yang menimbulkan penyakit, menjadi racun di dalam tubuh. Karena itu, perokok adalah melakukan tindakan memasukkan nikotin ke dalam tubuh dengan cara yang kotor.


“Sebab yang bahaya dari rokok adalah pembakarannya. Pembakaran rokok menghasilkan 7 ribu zat kimia zat sampah. Sama seperti mobil keluarkan asap knalpot itu bahaya. Itu jadi polutan. Lalu rokok, justru zat bahayanya masuk ke dalam tubuh. Mengerikan,” paparnya.


Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore