
Ilustrasi
JawaPos.com - Selama ini masyarakat kerap memercayakan dirinya untuk berobat di rumah sakit ternama dan dokter yang berpraktik di tempat itu. Padahal untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit banyak faktor yang harus diperhatikan. Di antaranya fasilitas kebersihan dan standarisai laundry kain yang digunakan rumah sakit. Fasilitas ini relatif akan dipergunakan oleh pasien rawat inap.
Untuk memastikan fasilitas demikian, ada perlu melihat manajemen pengelolaan tempat pencucian linen atau laundry sebagaimana yang ditentukan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1204/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
Standar laundry itu meliputi kain seperti sarung bantal, sprei, selimut dan pakaian pasien. Fasilitas itu merupakan tempat yang rentan penyakit hinggap.
Pakar pencucian linen atau laundry kesehatan Rusben Sidauruk mengatakan, banyaknya RS yang beroperasi di Indonesia namun belum sesuai standar Permenkes Nomor 1204/2004. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal.
“Mungkin belum mengetahui standar yang ditetapkan dalam Permenkes atau mereka merasa terbebani dengan aturan itu," ujar Rusben seperti dalam keterangan persnya yang diterima JawaPos.com, Selasa (18/7).
Pada Selasa (18/7), Rusben didaulat sebagai salah satu pembicara dalam pelatihan linen dan laundry Rumah Sakit se-Indonesia di Prime Park Hotel, Bandung.
Rusben menyarankan, bagi pasien agar menjadikan cara mengelola linen sebagai salah satu pertimbangan untuk memilih RS. "Jadi sekarang itu kalau memilih RS tidak hanya siapa dokternya, obat apa yang diresepkan tapi juga RS ini sudah terakreditasi belum dalam mencuci seprei dan bajunya. Jangan sampai berobat karena batuk pulang justru kena TBC karena terinfeksi kuman yang menempel di seprei kasur," ujarnya.
Sementra itu, Distributor mesin laundry merek IPSO di Indonesia, Helmy Chandra menyebutkan, produk laundry rumah sakit berbeda dengan produk rumah tangga. "Idealnya ada ruangannya yang didesain beda. Ada dua operator berbeda, ini untuk menjamin higienisnya laundry," ujarnya.
Helmi menambahkan, produk IPSO sudah dipakai di beberapa RS besar seperti RSPAD Gatot Subroto, RS Kanujoso Balikpapan, beberapa RS Pertamina, RS Sardjito Yogyakarta, RSUP Syaiful Anwar Malang.
“Ketika proses cuci benar, bahan kimia pencucinya benar, pasti dirasakan bedanya. Mungkin seperti hotel yang bagus dan tidak bagus, bantal dan selimut pasti terasa, enak atau tidak,” ujarnya.
Dia mengatakan, jika RS menerapkan sistem laundry dengan ketat dan sesuai standar, maka akan ada linen yang tidak boleh dicuci.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
