Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Februari 2017 | 05.16 WIB

Cek Kesehatan, Pencet Mobile Screening

BARU: Dokter Galih Anjungsari menunjukkan aplikasi Android Mobile Screening untuk kemudahan cek kesehatan. - Image

BARU: Dokter Galih Anjungsari menunjukkan aplikasi Android Mobile Screening untuk kemudahan cek kesehatan.

JawaPos.com – Aktivitas padat sering kali membuat masyarakat tidak sempat mengecek kesehatan. Karena itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan layanan mobile screening secara serentak.


Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik dr Galih Anjungsari menyatakan, layanan manual tetap diterima. Aplikasi tersebut diperuntukkan masyarakat yang tak memiliki waktu untuk mengecek kesehatannya.


”Di Gresik memang masih banyak orang yang enggan mengecek kesehatan. Tiba-tiba jatuh sakit dan langsung meninggal,” ujarnya. ”Aplikasi ini bisa mendorong tingkat kesehatan masyarakat,” lanjutnya.


Hal itu dikatakan di sela-sela peluncuran mobile screening di kantor BPJS Kesehatan Cabang Gresik Rabu (1/2). Kegiatan dihadiri perwakilan fasilitas kesehatan (faskes) dan perusahaan.


Galih menjelaskan, mobile screening merupakan layanan untuk mendeteksi penyakit kronis. Antara lain diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronis, dan jantung koroner. Jumlah penderitanya di Gresik lumayan banyak. ”Ini mempermudah masyarakat,” ucapnya.


Menurut data BPJS Kesehatan Gresik, jumlah warga yang melakukan pengecekan dan pendeteksian penyakit tersebut terus bertambah. Tahun lalu lembaga itu mencatat ada 28.800 orang yang melakukan skrining. Pengecekan dilakukan di faskes-faskes seluruh Kota Pudak.


”Empat penyakit tersebut mengakibatkan banyak kematian. Ini pentingnya cek kesehatan,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Nurul Dholam. Dinkes, jelas dia, terus melakukan pendekatan kepada masyarakat. Dorongan untuk mendeteksi penyakit sejak dini dilakukan dari desa ke desa.



Peluncuran aplikasi itu ditanggapi beragam oleh masyarakat Kota Pudak. Sebab, tidak semua peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) yang berjumlah 831.051 orang memiliki Android. ”Saya berharap layanan manual tetap buka. Kalau saya inginnya tetap cek langsung supaya bisa tanya-tanya soal penyakit lebih banyak,” terang Sutikon, salah seorang warga. (hen/c9/ai/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore