
ujung jari
JawaPos.com - Bukan hanya Covid-19 yang menghantui era pandemi, tapi kolesterol juga mengintai. Mengapa? Sebab banyak aktivitas yang dilakukan hanya di rumah, dari mulai bekerja, sekolah, kuliah, bahkan olahraga dan kegiatan lainnya. Meski aman dari virus Korona, ternyata belum tentu aman dari kolesterol.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Ahli Endoskopi Gastrointenstinal Prof. Dr.dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menjelaskan selama pandemi, pasien-pasien yang datang ke polinya, ternyata memiliki kadar kolesterol tinggi. Hal itu dipicu lantaran takut cek ke dokter selama pandemi atau karena banyak makan-makanan berlemak dan kurang gerak selama di rumah.
"Pandemi ini membawa pasien datang ke dokter dengan kolesterol tinggi. Saya merasakan pasien-pasien datang ternyata setelah dicek sudah pada tinggi nih kolesterolnya. Akibat kurang bergerak, camilan selama di rumah itu goreng-gorengan. Belum lagi belinya pakai online pesan antar, tidak bergerak," katanya secara daring baru-baru ini.
Begitupun pada anak. Mereka yang kurang gerak juga bisa menjadi ancaman pada obesitas. Masyarakat khususnya keluarga harus lebih nemperhatikan lagi kualitas dan gizi makanan selama pandemi.
"Kondisi Covid-19 ini membuat anak-anak kurang beraktivitas. Kalau sekolah kan senangnya berlari, aktivitas, dengan kondisi pandemi kan mereka banyak di rumah duduk. Ini harus diwaspadai. Kondisi itu tak sehat pada anak-anak kita," tegasnya.
Tanpa Gejala
Menurut Prof Ari, kolesterol umumnya tidak memiliki gejala khas. Bukan berarti ditandai dengan kepala atau tengkuk leher merasa pegal. Atau dengan tangan merasa kesemutan.
"Betul tak ada gejala atau masalah. Itu makanya penting untuk cek kolesterol darah yang valid dan akurat dengan puasa 12 jak terlebih dahulu. Jika pasien datang dengan keluhan tengkuk pegal atau kesemutan, pasti kami sarankan cek darah atau kolesterol. Tapi itu bukan berarti jadi gejala khas," katanya.
Maka penting untuk seseorang usia 40 tahun ke atas rutin mengecek kolesterol darah. Sehingga bisa mencegah berbagai penyakit jantung dan kardiovaskular seperti stroke. Atau juga diabetes dan gagal ginjal serta penyakit lainnya.
"Baiknya di atas 40 tahun cek kolesterol, HB, fungsi hati, fungsi ginjal, termasuk kolesterol asam urat. Karena pada pasien-pasien kolesterol tak merasakan gejala. Ternyata datang sudah dalam keadaan tinggi. Atau tiba-tiba sudah terserang jantung ternyata akibat kolesterolnya sudah tinggi. Maka penting untuk mengecek kolesterol darah secara rutin agar bisa diobati sejak dini jika ada masalah," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022