alexametrics

Temulawak yang Diekstrak Terbukti Lebih Efektif Tingkatkan Imun Tubuh

12 Mei 2020, 06:34:52 WIB

JawaPos.com – Menghadapi masa pandemi Covid-19, paling penting adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Asupan makanan bergizi dan mengatur pola tidur juga merupakan kiat terbaik. Ini adalah upaya dasar yang harus dilakukan selama fase physical distancing atau karantina mandiri di rumah. Selain itu, mengonsumsi berbagai obat herbal juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Jika selama ini masyarakat sudah mengenal empon-empon, salah satu bahannya adalah temulawak. Temulawak yang telah diekstrak dengan hasil uji klinis yang teruji tentu akan lebih berkhasiat.

Penggunaan temulawak yang telah diekstrak akan lebih efektif menjaga kesehatan tubuh karena kadar curcuminnya lebih terukur sehingga sesuai dengan kebutuhan tubuh. Untuk mendapatkan ekstrak curcumin 20 mg diperlukan 7500 mg temulawak segar sehingga nyaman dikonsumsi tanpa harus repot membuat rebusan.

“Sejumlah perusahaan farmasi kini memproduksi obat herbal modern yang terus fokus untuk mengembangkan potensi alam Indonesia konsisten menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan temulawak. Penelitian dan budidaya temulawak terus dikembangkan,” kata VP Research and Development SOHO Global Health Raphael Aswin Susilowidodo kepada JawaPos.com, Senin (11/5).

Menurutnya, temulawak yang aman adalah yang telah melewati uji toksisitas. Sehingga temulawak yang digunakan terstandard mulai dari proses bibit hingga teruji praklinik dan uji klinik. Proses penanaman sampai dengan pengolahannya pun telah mendapatkan sertifikasi pertanian organik dari Inofice, sebuah badan sertifikasi tanaman organik.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania. Dia mengatakan, untuk meningkatkan dan memelihara daya tahan tubuh upayanya harus holistik. Misalnya tidur yang cukup, istirahat yang cukup, makan yang bergizi seimbang, sebisa mungkin hindari stress, air putih yang cukup. Itu sudah menjadi keharusan.

“Ketika memang kebutuhannya mengharuskan kita perlu suplemen, maka konsumsilah suplemen itu sesuai dengan kebutuhan. Ketika kita harus konsumsi setiap hari, kita bisa mengonsumsinya setiap hari, tetapi tetap dibarengi dengan upaya lain yang mampu menjaga dan meningkatkan sistem imun, seperti minum air putih cukup, istirahat cukup, dan sebagainya. Artinya, mengonsumsi suplemen itu bukan satu-satunya, tetapi sebagai salah satu upaya,” kata Inggrid.

Dia memberikan contoh curcumin yang terkandung dalam temulawak.  Khasiatnya, yakni sebagai zat bioaktif  memiliki sifat-sifat misalnya, antioksidan, anti inflamasi, imunomodulator. Sifat-sifat itu bermanfaat pada berbagai kondisi kesehatan maupun kondisi yang patologis. Termasuk saat pandemi ini. Penelitian-penelitian yang sudah ada juga menunjukkan bahwa curcumin memiliki sifat antivirus.

Selain orang dewasa, pemberian cucurmin juga bisa diberikan pada anak-anak. Campuran curcumin atau esktrak temulawak di dalam multivitamin, bersifat sinergis. Artinya, selain ada sifat immunomodulator, Curcumin memberikan manfaat lain bagi anak-anak, misalnya, memperbaiki nafsu makan, dan bisa membantu pertumbuhan.

Hal penting lainnya adalah hampir tidak ada kontra indikasi konsumsi cucurmin, pada anak-anak. Perbedaan pada anak-anak dan dewasa hanyalah di dosisnya saja.

“Kalau Covid-19 kan infeksi virus. Karena infeksi virus ini sifatnya self limiting disease, jadi sangat tergantung pada sistem imun kita,” kata Inggrid.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads