Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 November 2020 | 03.28 WIB

Aman ke Dokter Gigi saat Pandemi, Jalani Skrining Awal dan Daring

PENERIKSAAN ERA NEW NORMAL: Pamnela Felita sedang menjalani pemeriksaan oleh drg Elisea Kiswantoro SpKG. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

PENERIKSAAN ERA NEW NORMAL: Pamnela Felita sedang menjalani pemeriksaan oleh drg Elisea Kiswantoro SpKG. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Praktik dokter gigi menempatkan dokter gigi dan pasien dalam kontak yang erat. Hal tersebut harus diiringi dengan protokol kesehatan yang ketat demi menjaga keduanya tetap aman dari virus korona. Mulai skrining awal, perlengkapan praktik, hingga jam buka. ”Sekarang kami disarankan untuk buka saat matahari masih terang,” ucap drg Elisea Kiswantoro SpKG.

Sinar UV alami dari matahari membantu sterilisasi meski tak 100 persen membunuh virus di udara.

Selain itu, ruang praktik harus punya ventilasi yang baik. ”Sekarang saya buka juga pintu ke teras supaya sirkulasi bagus,” ucap Elisea. Ruang praktik juga dilengkapi pengaturan negative pressure.

Jumlah pasien juga dibatasi. Sehari sebaiknya dokter menangani 3−4 pasien. Selain untuk memudahkan tracing jika terjadi penularan, pembatasan tersebut bertujuan untuk menjaga stamina dokter. ”Lalu, kasih jeda juga antarpasien untuk pembersihan ruangan dan alat-alat,” papar perempuan yang berpraktik di Kupang Indah tersebut.

Karena terbatasnya jumlah pasien yang ditangani, dokter gigi dibiasakan untuk membuka konsultasi secara daring terlebih dahulu. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengenali gejala dan keluhan yang dimiliki pasien. Diagnosis bisa lebih sempit dan memudahkan persiapan penanganan.

”Jadi, kan menekan waktu kontak erat pasien dengan dokter,” imbuh ibu satu anak tersebut. Hal itu juga bertujuan untuk mengenali kondisi khusus pasien. Misalnya, apakah sedang hamil atau tidak, mengonsumsi obat tertentu, dan penyakit bawaan lainnya.

Untuk skrining awal, pasien bisa menjalani rapid test sebelum ke dokter atau praktik dokter gigi. ”Tergantung fasilitas dari dokter masing-masing,” jelasnya. Namun, hasil tersebut tak bisa sepenuhnya jadi patokan. Elisea juga menyediakan pulse oxymeter. Jika kadar oksigen pasien di bawah 95 persen, Elisea akan mengarahkan pasien untuk menunda dan segera melakukan uji usap.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Mhe0qbAL8YM

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore