
Akupuntur
JawaPos.com - Masih ada yang menganggap Bell’s palsy (penyakit saraf tepi) sama dengan stroke karena minimnya pengetahuan dan kesadaran untuk berobat. Padahal, keduanya berbeda. Gejala dan penyebabnya juga tidak sama.
Kasusnya ditemukan pada 25 di antara 100 penduduk. Kebanyakan penderitanya masih muda. Sebanyak 80 persen penderita Bell’s palsy akan membaik dalam empat hingga enam minggu. Penyembuhan sisanya bisa mencapai enam bulan.
Penyembuhan Bell’s palsy dengan metode akupuntur dilakukan dengan memberikan stimulasi pada titik-titik akupuntur di sekitar wajah. Khususnya daerah mata, pipi, dan mulut. Itu disesuaikan dengan kondisi dan bagian yang terparah pada wajah yang mengalami Bell’s palsy.
Terapinya membutuhkan waktu 1,5 hingga dua bulan, bahkan lebih bergantung pada kondisi keparahan. Setiap kali terapi membutuhkan 15 hingga 20 menit yang dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu.
“Dalam pengobatan, pasien memang harus disiplin dan aktif untuk melatihnya sendiri di rumah sehingga dapat cepat sembuh. Kalau sudah melakukan terapi akupuntur, namun tidak pernah melatihnya, pasti tidak akan maksimal karena keinginan dan kedisiplinan pasien untuk sembuh rendah,” tutur Dokter Yudhi Perdana, ahli akupuntur Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group).
Karena Bell’s palsy disinyalir juga dipicu udara dingin, penderita harus menghindari dulu kondisi lingkungan yang dingin. Baik dingin karena angin, cuaca, maupun pendingin ruangan.
Hal tersebut dimaksudkan agar kondisi penderita membaik dulu dan tidak terjadi serangan lagi. “Pasien juga tidak boleh tidur di lantai secara langsung karena suhu lantai, apalagi yang terkena pendingin ruangan, biasanya semakin dingin,” papar Yudhi.
Usia juga memengaruhi cepat atau lambatnya penyembuhan Bell’s palsy . Biasanya, semakin muda usia, tingkat kesembuhannya juga lebih cepat. Itu juga harus diimbangi dengan kedisiplinan dan keaktifan penderita untuk mau berobat dan berlatih agar kondisi wajah bisa kembali normal.
Menurut Yudhi, semua orang berpotensi terserang Bell’s palsy jika ada pemicu dan memiliki kecenderungan. Pengobatan dengan obatobatan memang tidak terlalu banyak. Sebab, penyembuhan penyakit tersebut membutuhkan latihan dan terapi agar fungsi saraf dapat kembali normal.
“Biasanya, pasien yang datang bukan baru sehari atau dua hari mengalami Bell’s palsy, tapi sudah beberapa hari hingga beberapa minggu. Kalaupun mereka sudah menjalani pengobatan secara oral, jika tidak diimbangi latihan fisik atau merangsang wajah, kesembuhannya akan tetap lama,” jelasnya. (ono/awa/jpg)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
