Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Juli 2020 | 12.19 WIB

WHO Ungkap Fakta Baru, Mutasi Covid-19 Tak Memperparah Kondisi Pasien

Ilustrasi wujud virus Korona jenis baru (NEXU Science Communication/Reuters) - Image

Ilustrasi wujud virus Korona jenis baru (NEXU Science Communication/Reuters)

JawaPos.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus melakukan penelitian terhadap "aktivitas" virus Korona jenis baru yang menyebabkan penyakit Covid-19. Fakta baru berhasil diungkap WHO dan cukup melegakan dalam upaya menanggulangi wabah. Hal ini terkait mutasi dari virus Korona tersebut.

Dalam hasil penelitiannya, WHO mengatakan bahwa hampir 30 persen dari data rangkaian genom sampel virus Korona menunjukkan ada tanda mutasi. Hanya saja, kabar baiknya adalah tidak ada bukti bahwa mutasi tersebut menyebabkan penyakit yang lebih parah.

"Saya rasa hasil penelitian ini cukup luas," ungkap kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan kepada Reuters di sela-sela pelaporan singkat yang diadakan oleh asosiasi jurnalis PBB, ACANU, di Jenewa.

Swaminathan menambahkan bahwa sejauh ini WHO telah mengumpulkan 60.000 sampel Covid-19. Pihaknya bakal terus melakukan peneletian terkait "aktivitas" virus Korona di tengah penularan yang masih bertambah secara global. PBB ingin hasilnya semakin baik sehingga bisa meminimlkan ketakutan berlebihan masyarakat dunia.

Para ilmuwan di Scripps Research menemukan bahwa pada April virus yang bermutasi tersebut menyumbang sekitar 65 persen kasus yang dilaporkan dari seluruh dunia ke bank data utama. Mutasi genetik pada virus Korona jenis baru, yang dinamai D614G, secara signifikan meningkatkan kemampuannya untuk menginfeksi sel dan mungkin menjelaskan mengapa wabah di Italia utara dan New York menjadi lebih luas dibandingkan yang terlihat sebelumnya menurut temuan riset.

Sementara itu, Maria Van Kerkhove, pembimbing teknis pandemi Covid-19 di WHO, pada Jumat (3/7) mengatakan bahwa genus yang bermutasi telah ditemukan pada awal Februari dan telah beredar di Eropa dan Amerika. Dia pun menyatakan bahwa mutasi itu tak memperparah penyakit.

"Hingga kini tidak ada bukti bahwa mutasi menyebabkan penyakit menjadi lebih parah," ungkap Maria.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore