Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Agustus 2018 | 22.42 WIB

Pentingnya Aktivitas Fisik Anak Usia Sekolah untuk Kehidupan Sosial

Ilustrasi: aktivitas gerak anak saat di sekolah. - Image

Ilustrasi: aktivitas gerak anak saat di sekolah.

JawaPos.com - Usia anak-anak adalah tahapan di mana mereka aktif dalam tumbuh kembangnya. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui Departemen Fisiologi Kedokteran menyelenggarakan kegiatan Lokakarya 'Kebutuhan Integrasi Aktivitas Fisik di Kelas untuk Membentuk Anak Indonesia Sehat dan Cerdas'. 


Melakukan aktivitas fisik yang teratur merupakan komponen penting dalam gaya hidup sehat yang memegang peran besar dalam mencegah penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan stroke. Penurunan aktivitas fisik dikaitkan dengan peningkatan berbagai risiko penyakit dan risiko kematian secara umum.


"Pada lokakarya ini para ahli menekankan mengenai pentingnya aktivitas fisik anak usia sekolah, dan seberapa besar manfaatnya, merumuskan implementasi, serta menelaah kemungkinan kendala yang akan dihadapi dan strategi untuk menghadapi kendala tersebut," kata Koordinator Humas Fakultas Kedokteran UI Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI.


Sekolah adalah tempat seorang anak menghabiskan sebagian besar waktunya, sehingga memegang peran yang sangat penting untuk menumbuhkan minat dan kebiasaan hidup aktif sejak usia dini. Sekolah sangat berpotensi menjadi lahan bagi anak untuk melakukan aktivitas fisik, mempelajari berbagai keterampilan serta mengembangkan perilaku yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.


Kemajuan teknologi dan kemudahan yang menyertainya, menjadi tantangan utama yang menyebabkan turunnya aktivitas fisik masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa sebagian besar anak belum memenuhi rekomendasi aktivitas fisik yang ditetapkan, yaitu minimal 60 menit dengan intensitas sedang atau berat setiap harinya. Hingga saat ini, belum ada data pasti mengenai tingkat aktivitas fisik anak Indonesia.


Menanggapi pentingnya ketersediaan data tersebut, Departemen Fisiologi Kedokteran FKUI melakukan pengambilan data mengenai tingkat aktivitas fisik pada siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 4 dan kelas 5 sejak tahun 2017. Pengambilan data ini merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sumber dana hibah Pengabdian Masyarakat skema Ilmu Pengetahuan Teknologi & Seni (Ipteks) dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI. Hasil dari pengambilan data tersebut menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik siswa masih kurang.


"Berangkat dari data tersebut, kegiatan lokakarya ini diadakan dengan tujuan untuk melakukan kajian terhadap kebutuhan integrasi aktivitas fisik di kelas sebagai upaya meningkatkan kecukupan aktivitas fisik anak usia sekolah," tutup dr. Iris.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore