
Ilustrasi: aktivitas gerak anak saat di sekolah.
JawaPos.com - Usia anak-anak adalah tahapan di mana mereka aktif dalam tumbuh kembangnya. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui Departemen Fisiologi Kedokteran menyelenggarakan kegiatan Lokakarya 'Kebutuhan Integrasi Aktivitas Fisik di Kelas untuk Membentuk Anak Indonesia Sehat dan Cerdas'.
Melakukan aktivitas fisik yang teratur merupakan komponen penting dalam gaya hidup sehat yang memegang peran besar dalam mencegah penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan stroke. Penurunan aktivitas fisik dikaitkan dengan peningkatan berbagai risiko penyakit dan risiko kematian secara umum.
"Pada lokakarya ini para ahli menekankan mengenai pentingnya aktivitas fisik anak usia sekolah, dan seberapa besar manfaatnya, merumuskan implementasi, serta menelaah kemungkinan kendala yang akan dihadapi dan strategi untuk menghadapi kendala tersebut," kata Koordinator Humas Fakultas Kedokteran UI Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI.
Sekolah adalah tempat seorang anak menghabiskan sebagian besar waktunya, sehingga memegang peran yang sangat penting untuk menumbuhkan minat dan kebiasaan hidup aktif sejak usia dini. Sekolah sangat berpotensi menjadi lahan bagi anak untuk melakukan aktivitas fisik, mempelajari berbagai keterampilan serta mengembangkan perilaku yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Kemajuan teknologi dan kemudahan yang menyertainya, menjadi tantangan utama yang menyebabkan turunnya aktivitas fisik masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa sebagian besar anak belum memenuhi rekomendasi aktivitas fisik yang ditetapkan, yaitu minimal 60 menit dengan intensitas sedang atau berat setiap harinya. Hingga saat ini, belum ada data pasti mengenai tingkat aktivitas fisik anak Indonesia.
Menanggapi pentingnya ketersediaan data tersebut, Departemen Fisiologi Kedokteran FKUI melakukan pengambilan data mengenai tingkat aktivitas fisik pada siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 4 dan kelas 5 sejak tahun 2017. Pengambilan data ini merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sumber dana hibah Pengabdian Masyarakat skema Ilmu Pengetahuan Teknologi & Seni (Ipteks) dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI. Hasil dari pengambilan data tersebut menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik siswa masih kurang.
"Berangkat dari data tersebut, kegiatan lokakarya ini diadakan dengan tujuan untuk melakukan kajian terhadap kebutuhan integrasi aktivitas fisik di kelas sebagai upaya meningkatkan kecukupan aktivitas fisik anak usia sekolah," tutup dr. Iris.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
