
Semangkuk makanan bergizi (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Dokter Spesialis Gizi, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp. G.K menegaskan bahwa kondisi anak yang merasa kenyang belum tentu menunjukkan kebutuhan gizinya sudah terpenuhi. Orang tua diminta lebih memperhatikan kualitas dan keseimbangan nutrisi, bukan sekadar jumlah makanan yang dikonsumsi anak.
“Orang tua memiliki andil besar dalam menentukan apa yang akan dimakan oleh anak, kapan anak makan, dan bagaimana anak akan makan. Namun, anak sendiri yang menentukan seberapa banyak ia akan makan,” ujar dr. Juwalita dalam forum Health Corner bertajuk “Gizi Lengkap, Anak Tinggi & Cepat Tanggap", Jumat (13/2).
Ia menjelaskan, pada masa emas pertumbuhan anak usia 1–5 tahun, kebutuhan nutrisi harus dipenuhi secara seimbang, baik makronutrien maupun mikronutrien. Beberapa zat penting yang perlu diperhatikan antara lain zat besi, vitamin A, vitamin D, zinc, serta DHA yang berperan dalam perkembangan otak.
Selain pemilihan makanan, dr. Juwalita juga mengingatkan pentingnya pola makan yang tepat tanpa paksaan. Menurutnya, tekanan saat makan justru dapat berdampak negatif pada kebiasaan makan anak dalam jangka panjang.
Tak hanya soal nutrisi, stimulasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Aktivitas sederhana seperti mengajak anak berbicara, membacakan buku, hingga bermain bersama dinilai efektif membantu perkembangan kognitif dan emosional.
Pandangan serupa disampaikan Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH. Ia menekankan bahwa tantangan pemenuhan gizi anak tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas asupan.
“Banyak orang tua merasa anak sudah cukup makan. Namun, kenyang belum tentu lengkap,” ungkapnya.
Ia menambahkan, anak membutuhkan kombinasi nutrisi seperti protein berkualitas, zat besi, zinc, vitamin C, DHA, dan Omega-3 yang bekerja secara sinergis untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif.
Dalam kondisi tertentu, dr. Ray menyebut bahwa pemenuhan kebutuhan gizi dapat dibantu dengan asupan padat nutrisi, termasuk susu fortifikasi, sebagai bagian dari pola makan seimbang. Hal ini dinilai penting mengingat kebutuhan nutrisi anak meningkat pesat, sementara kapasitas makan mereka masih terbatas.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan hasil riset Indonesia Nutrition Association bersama Danone Indonesia yang menunjukkan anak yang mengonsumsi susu terfortifikasi zat besi memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian.
Dengan demikian, para ahli menekankan pentingnya peran orang tua dalam memastikan anak tidak hanya kenyang, tetapi juga mendapatkan asupan gizi lengkap dan stimulasi yang tepat demi tumbuh kembang optimal.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
