
Ilustrasi penyakit jantung
JawaPos.com-Keluhan dada terasa berat, sesak napas, hingga keringat dingin kerap dianggap masuk angin atau kelelahan biasa. Padahal, gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda awal jantung sedang dalam kondisi darurat. Banyak orang baru menyadari bahaya ketika kondisinya sudah memburuk dan membutuhkan penanganan intensif.
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung tersumbat. Akibatnya, suplai oksigen terhenti dan jaringan jantung bisa mengalami kerusakan. Situasi ini termasuk kegawatdaruratan medis yang membutuhkan tindakan cepat agar risiko komplikasi dapat ditekan.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mayapada Hospital Surabaya, dr. Jeffrey D. Adipranoto, Sp.JP (K), FIHA, FESC, FSCAI, menjelaskan bahwa tanda serangan jantung sering kali tidak khas.
“Pasien dapat merasakan dada terasa berat atau tertekan, nyeri yang menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung, disertai sesak napas, mual, dan keringat dingin. Karena gejalanya tidak selalu khas, banyak pasien datang ke rumah sakit saat kondisinya sudah lebih berat,” ujarnya, Kamis (12/2).
Ia menegaskan bahwa waktu menjadi faktor penentu keselamatan pasien penyakit jantung. Dalam dunia medis dikenal istilah golden period, yaitu periode krusial pada jam-jam pertama saat serangan terjadi. Semakin cepat pembuluh darah yang tersumbat dibuka, semakin besar peluang menyelamatkan otot jantung dari kerusakan permanen.
Terkait penanganan, dr. Jeffrey menyebut terapi disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi masing-masing pasien.
“Penanganan serangan jantung umumnya diawali dengan pemberian obat-obatan darurat untuk menstabilkan kondisi pasien. Selanjutnya, dokter dapat melakukan tindakan kateterisasi jantung untuk membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat. Pada beberapa kasus sumbatan berat, prosedur bypass jantung atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG) mungkin diperlukan.
Semua tindakan ini bertujuan untuk mengembalikan aliran darah ke otot jantung secepat mungkin, sehingga kerusakan jaringan jantung dapat dibatasi dan risiko komplikasi diminimalkan,” ungkap dr. Jeffrey.
Kesadaran mengenali gejala penyakit jantung sejak dini ini menjadi kunci utama. Respons cepat bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga mencegah dampak jangka panjang seperti gagal jantung atau gangguan fungsi jantung permanen.
Untuk mendukung penanganan kegawatdaruratan jantung, Mayapada Hospital sendiri menghadirkan layanan Cardiac Emergency 24 jam yang didukung dokter spesialis dan subspesialis yang siaga di tempat. Layanan ini dapat diakses melalui nomor 150990 maupun tombol Emergency Call di aplikasi MyCare.
Pada kasus serangan jantung, tindakan dilakukan mengikuti standar internasional, termasuk prosedur Primary PCI dengan target Door-to-Balloon kurang dari 90 menit.
Fasilitas tersebut terhubung dengan Chest Pain Unit yang berfokus pada deteksi dini gangguan jantung secara cepat dan akurat melalui kolaborasi tim multidisiplin. Pasien dengan keluhan nyeri dada bisa menjalani skrining awal tanpa biaya jika hasil pemeriksaan tidak menunjukkan gangguan jantung. Namun, bila ditemukan indikasi masalah, pasien akan segera diarahkan untuk penanganan lanjutan.
Selain itu, Mayapada Hospital Surabaya juga menghadirkan Heart & Vascular Center Surabaya sebagai pusat layanan jantung terpadu. Layanan ini mencakup pencegahan, pemeriksaan komprehensif, hingga terapi lanjutan untuk berbagai kondisi, termasuk kasus kompleks. Konsep yang diusung meliputi pendekatan menyeluruh, teknologi mutakhir, dan kerja tim terkoordinasi.
Selama masa perawatan, pasien didampingi Cardiac Advisor yang membantu memahami tahapan layanan serta memastikan koordinasi dengan dokter subspesialis berjalan optimal. Dukungan teknologi seperti Coronary Angiography (CAG), tindakan complex PCI, hingga Left Ventricular Assist Device (LVAD) turut melengkapi layanan yang mulai beroperasi Februari 2026 di Lantai 8 MHSB.
Informasi edukasi seputar kesehatan jantung juga tersedia melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips. Masyarakat pun dapat memantau kondisi kebugaran melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, jumlah langkah, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI). (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
