
Dr. dr. Soebagijo Adi Soeslistijo, SpPD-KEMD, endokrinolog RSUD Dr. Soetomo, menegaskan peningkatan risiko penyakit kardiometabolik pada pasien diabetes.
JawaPos.com-Masalah kolesterol tinggi atau dislipidemia masih menjadi tantangan besar dalam pengelolaan kesehatan masyarakat, terutama pada pasien diabetes. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, yang hingga kini masih menjadi penyebab kematian utama di Indonesia.
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 11,7 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 10,6 persen. Jawa Timur termasuk wilayah dengan jumlah penderita diabetes yang tinggi, seiring kepadatan penduduk dan pola hidup masyarakat perkotaan yang rentan terhadap penyakit metabolik.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Dr. dr. Soebagijo Adi, SpPD-KEMD, menjelaskan bahwa diabetes dan gangguan kolesterol sering berjalan beriringan dan saling memperberat risiko. “Ketika disertai diabetes, risiko penyakit kardiometabolik meningkat secara signifikan sehingga pengelolaan kolesterol harus lebih ketat,” ujarnya dalam sebuah forum ilmiah di Surabaya, Minggu (1/2).
Menurut Soebagijo, pengendalian kolesterol, khususnya LDL-C atau kolesterol jahat, pada pasien diabetes kerap tidak mudah dicapai. Terapi tunggal statin pada sebagian pasien belum cukup untuk menurunkan kadar LDL-C sesuai target risiko tinggi. “Monoterapi statin sering kali memiliki keterbatasan dalam mencapai target LDL-C. Karena itu, pendekatan terapi kombinasi sejak dini menjadi salah satu strategi yang perlu dipertimbangkan,” katanya.
Kondisi serupa juga ditemui dalam praktik klinis kardiologi sehari-hari. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Surabaya, Dr. dr. Suryono, SpJP(K), menilai masih banyak pasien dengan faktor risiko ganda yang belum mendapatkan pengendalian kolesterol secara optimal.
“Dalam praktik, pengobatan sering kali belum terkontrol dengan baik, padahal pasien-pasien ini masuk kategori risiko tinggi,” ujarnya.
Masalah ini turut diperkuat oleh data klinis yang disampaikan Kepala Divisi Kardiologi dan Kedokteran Vaskular RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. dr. Yudi Her Oktaviono, SpJP(K). Ia menyebut sebagian besar pasien jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C yang dianjurkan.
“Sekitar 91,5 persen pasien penyakit jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C untuk kategori risiko sangat tinggi, yaitu 55 mg/dL,” kata Yudi.
Ia menilai kesenjangan antara target terapi dan kondisi pasien di lapangan menunjukkan perlunya pendekatan pengobatan yang lebih efektif dan rasional, terutama pada kelompok dengan risiko kardiovaskular tinggi seperti penderita diabetes.
Dislipidemia sendiri sering tidak menimbulkan gejala, namun dampaknya bisa sangat serius. Penumpukan kolesterol di pembuluh darah secara perlahan meningkatkan risiko penyempitan pembuluh darah dan komplikasi jantung. Karena itu, para ahli menekankan pentingnya deteksi dini, pengendalian faktor risiko, serta kepatuhan menjalani terapi sesuai anjuran dokter.
Selain pengobatan, perubahan gaya hidup tetap menjadi pilar utama pencegahan penyakit kardiometabolik. Pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, pengendalian berat badan, serta berhenti merokok dinilai berperan besar dalam menurunkan risiko jangka panjang.
“Pengelolaan dislipidemia tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus menjadi bagian dari strategi komprehensif pengendalian diabetes dan risiko kardiovaskular,” tandas Soebagijo. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
