
Usai viral menyajikan minuman dengan kemasan infus yang menyerupai hasil produk PT Otsuka Indonesia, Buba Tea Bali kini mengubah kemasannya.
JawaPos.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) buka suara terkait viralnya sajian minuman di Bali yang dikemas menyerupai kantong infus medis. Minuman tersebut masuk kategori pangan siap saji dan tidak terdaftar sebagai produk BPOM, sehingga pengawasannya berada pada ranah pemerintah daerah setempat.
BPOM menjelaskan bahwa jika melihat dari konteks penjualannya di kafe, minuman yang disajikan dengan kemasan mirip infus tersebut bukanlah produk yang didaftarkan ke BPOM.
“Kalau melihat dari konteks tersebut, jenis minuman yang dijual di kafe ini termasuk pangan siap saji. Produk tersebut tidak didaftarkan di BPOM,” ujar humas BPOM saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (6/1).
Meski begitu, BPOM menekankan bahwa penggunaan kemasan pada produk pangan tetap harus memenuhi aspek keamanan. Kemasan yang digunakan wajib memperhatikan peruntukan bahan atau food grade serta aspek higienitasnya.
“Untuk penggunaan kemasan yang aman pada produk pangan, tentu harus memperhatikan peruntukan (food grade) dan higienitas kemasan serta jenis bahan yang digunakan,” jelasnya.
BPOM juga menyoroti tren kreativitas pelaku usaha kuliner yang kian beragam dalam menyajikan makanan dan minuman. Namun, kreativitas tersebut tetap perlu dibatasi oleh kewajaran.
“Disarankan tetap sesuai dengan kewajaran dalam penggunaan kemasan dan penyajiannya,” tegas Humas BPOM
Terkait kekhawatiran publik mengenai aspek kebersihan dan keamanan, termasuk dugaan penggunaan kantong infus yang mirip dengan limbah medis, BPOM menyatakan hal tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut. "Ini harus dicek lagi ke lokasinya, mereka peroleh kemasan dari mana,” ucapnya.
BPOM menegaskan pemeriksaan langsung di lapangan akan menjadi kewenangan instansi daerah. "Gerai siap saji seperti ini akan diperiksa oleh dinas kesehatan setempat,” pungkasnya.
Sebelumnya, sajian minuman yang dikemas menyerupai infus medis di salah satu kafe di Bali viral di media sosial dan menuai kritik dari warganet.
Banyak pihak mempertanyakan asal-usul kemasan, standar kebersihan, serta potensi risiko kesehatan dari penggunaan kemasan yang identik dengan alat medis tersebut.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
