
Dokter spesialis Neurologi RS Kemenkes Surabaya, dr Chandrawati Widya, Sp.N menyebut gejala store tak selalu wajah mencong, Jumat (19/12). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Stroke masih menjadi penyebab kematian terbesar kedua di dunia setelah jantung. Setiap tahunnya, kurang lebih 12,2 juta orang dari berbagai belahan bumi menjadi penderita stroke baru.
Di Indonesia, Survei Kesehatan Nasional 2023 menyebut angka prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1.000 penduduk (mil), dengan 2,9 juta kasus baru per tahun, sementara di Jawa Timur, prevalensinya 9 per mil pada usia 15 tahun ke atas.
Data diatas menunjukkan bahwa stroke tidak boleh dianggap remeh. Dokter Spesialis Neurologi RS Kemenkes Surabaya, dr. Chandrawati Widya, Sp.N mengatakan masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui gejala stroke.
“Gejala stroke tidak selalu berupa kelemahan separuh tubuh atau wajah mencong. Pusing berputar, kesemutan, atau nyeri kepala mendadak juga harus diwaspadai,” tuturnya dalam acara sosialisasi Code Stroke Awareness di RS Kemenkes Surabaya, Jumat (19/12).
dr Chandrawati mengungkapkan, mayoritas pasien stroke tidak langsung meninggal, namun mengalami penurunan kualitas hidup akibat gangguan gerak, bicara, serta rentan terkena infeksi.
Gejala-gejala ringan yang seringkali dianggap sepele membuat pasien menunda berobat ke fasilitas kesehatan. Akibatnya, pasien terlambat mendapatkan pertolongan dan berisiko komplikasi serius hingga kematian.
Oleh karena itu, RS Kemenkes Surabaya menggelar sosialisasi Code Stroke Awareness untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan stroke secara cepat dan terpadu.
"Code Stroke ini sistem penanganan stroke pada waktu kritis untuk mencegah kerusakan otak permanen. Penanganannya harus dilakukan dalam golden period, yakni sekitar dua jam sejak gejala muncul," terang dokter Chandrawati.
Selain itu,, penanganan yang terlambat dapat meningkatkan risiko disabilitas. Pasien dengan kelumpuhan atau gangguan bicara juga rentan terkena luka tekan, pneumonia, dan komplikasi lain jika tidak segera ditangani secara medis.
Sebagai rumah sakit tipe A dan rujukan di Indonesia Timur, RS Kemenkes Surabaya menyediakan fasilitas lengkap, peralatan modern, dan tim medis berpengalaman untuk menerapkan Code Stroke.
"Fasilitas penunjang, seperti CT scan dan MRI stanby 24 jam, sehingga diagnosis dapat dilakukan secepat mungkin. Layanan ini ditujukan untuk menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke," imbuhnya.
Rumah sakit yang berada di Jalan Indrapura No.17, Kecamatan Krembangan, Surabaya ini juga menyediakan layanan Neuro Restorasi Pasca Stroke untuk memulihkan fungsi saraf, kognitif, dan kualitas hidup pasien.
Teknologi unggulannya adalah Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), yaitu stimulasi otak non-invasif menggunakan medan magnet yang membantu meningkatkan neuroplasticity dan mempercepat pemulihan tanpa tindakan operasi. Sehingga layanannya komprehensif mulai perawatan fase akut hingga program rehabilitasi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
