Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 November 2025 | 09.15 WIB

Luncurkan Transformasi Layanan Jantung Nasional Berbasis AI dan Medical Cloud

Indonesia.md, divisi Borderless Healthcare Group yang berfokus pada Indonesia, mengumumkan langkah besar dalam membangun ekosistem layanan jantung terpadu. (Istimewa) - Image

Indonesia.md, divisi Borderless Healthcare Group yang berfokus pada Indonesia, mengumumkan langkah besar dalam membangun ekosistem layanan jantung terpadu. (Istimewa)

JawaPos.com - Indonesia.md, divisi Borderless Healthcare Group yang berfokus pada Indonesia, mengumumkan langkah besar dalam membangun ekosistem layanan jantung terpadu. Upaya ini dilakukan melalui penyatuan teknologi medis canggih, kecerdasan buatan (AI), infrastruktur medical cloud, serta kolaborasi dengan para spesialis jantung terkemuka dari berbagai negara.

Langkah ini menjadi momentum penting, mengingat penyakit jantung masih menjadi ancaman kesehatan tertinggi di Indonesia.

Penyakit jantung terus menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Indonesia.md hadir menjawab tantangan tersebut melalui rangkaian inovasi strategis, mulai dari kolaborasi medical cloud lintas negara, perangkat artificial heart assist terkecil dan teringan di dunia, hingga perawatan berbasis AI dan analisis genomik serta epigenetik.

Inovasi ini tak hanya fokus pada penanganan kondisi kritis, tetapi juga membuka jalan menuju layanan kesehatan jantung yang lebih prediktif, preventif, dan presisi.

Sebagai bagian dari misinya, Indonesia.md memperkenalkan inisiatif nasional bernama Heartspan. Platform ini berfungsi sebagai kanal edukasi publik omnichannel yang mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan jantung.

Melalui Heartspan, para kardiolog, ahli bedah jantung, ilmuwan, inovator medtech, hingga health & wellness influencer dapat berkolaborasi membangun komunitas kesehatan jantung di Indonesia.

Indonesia menghadapi lebih dari 10 juta kasus gagal jantung, dengan tingkat kematian yang melampaui 34%. Salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya program implantasi artificial heart assist device. Sementara itu, transplantasi jantung masih terbatas karena minimnya donor organ dalam populasi mayoritas Muslim.

Namun, kapasitas klinis untuk menangani kasus berat terus meningkat. Lebih dari 80% ahli bedah toraks kardiovaskular Indonesia mengikuti webinar terkait heart assist device yang diadakan Indonesia.md bersama Himpunan Bedah Toraks Kardiovaskular Indonesia (HBTKVI).

Dalam rangka mempercepat kompetensi tenaga medis, Dr. Yan Efrata Sembiring (Wakil Ketua HBTKVI) dan Dr. Lim Chong Hee, ahli bedah pertama di Asia yang mengimplantasikan heart assist device buatan AS, melakukan pelatihan langsung di Fuwai Hospital Beijing dan Wuhan Asia Heart Hospital, dua pusat layanan jantung terbesar di Tiongkok.

“Kami sangat antusias menyelamatkan lebih banyak nyawa dengan perangkat artificial heart assist terkecil dan teringan di dunia yang dibuat di Tiongkok. Desainnya lebih sesuai untuk anatomi dada orang Asia, harganya lebih terjangkau, dan daya tahan baterainya lebih lama,” sebut Dr. Yan Efrata Sembiring

Perangkat artificial heart assist generasi terbaru ini ditargetkan memperoleh persetujuan regulasi di Indonesia pada awal tahun depan.

Selain mempersiapkan pelatihan dokter secara masif, Indonesia.md juga tengah mengembangkan agen AI untuk mendampingi pasien pasca-implantasi. Teknologi ini akan membantu pemantauan kondisi pasien secara real-time, termasuk memberikan rekomendasi klinis bagi tenaga medis.

Seluruh rumah sakit peserta nantinya akan terhubung melalui Borderless Medical Cloud, memungkinkan kolaborasi klinis antara Indonesia dengan pusat-pusat jantung unggulan dunia.

Founder dan Chairman Borderless Healthcare Group, Dr. Wei Siang Yu, menegaskan bahwa transformasi layanan jantung ini bukan sekadar program, melainkan gerakan besar.

“Kami bangga mendapat dukungan glokal dari para dokter di Indonesia, Tiongkok, Singapura, dan banyak negara lainnya. Inisiatif ini berkembang menjadi gerakan yang menyatukan inovator, ilmuwan, klinisi, kardiolog, dan tenaga kesehatan untuk membangun seleksi pasien pra-implantasi dan ekosistem perawatan pasca-implantasi yang belum pernah ada sebelumnya,” kata Wei.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore