
Ilustrasi ibu menyusui. Ada lima mitos saat menyusui yang maish dipercaya para ibu. (Today
JawaPos.com - Pemberian ASI (Air Susu Ibu) bersifat eksklusif berlaku pada bayi berusia 0 bulan sampai 6 bulan. Dalam fase ini harus diperhatikan dengan benar mengenai pemberian dan kualitas ASI, supaya tidak mengganggu tahap perkembangan si kecil selama enam bulan sejak hari pertama lahir (HPL). Hal ini mengingat periode tersebut berpotensi merusak masa perkembangan emas anak sampai menginjak usia dua tahun.
Untuk para bunda, penting sekali untuk menjaga makanan dan nutrisi supaya ASI keluar lebih lancar. Sangat diperlukan makanan bergizi tinggi terutama yang mengandung kalsium agar kecukupan nutrisi dan gizi bayi lewat ASI bisa terjamin.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada beberapa manfaat ASI Eksklusif untuk bayi. Misalnya pada usia 0-6 bulan pertama, ASI bisa membuat bayi jadi tidak mudah terserang penyakit. ASI juga bisa membantu perkembangan otak dan fisik bayi.
Hal tersebut dikarenakan, pada usia nol sampai enam bulan seorang bayi tentu saja sama sekali belum diperbolehkan mengonsumsi nutrisi apapun selain ASI. Oleh karena itu, selama enam bulan berturut-turut, ASI yang diberikan pada sang buah hati tentu saja memberikan dampak yang besar pada pertumbuhan otak dan fisik bayi selama kedepan.
Selain bagi bayi, pemberian ASI eksklusif juga bermanfaat bagi ibu menyusui. ASI dapat menghilangkan trauma saat persalinan sekaligus dengan kehadiran buah hati pertama kali untuk selamanya bisa menjadi penyemangat hidup seorang ibu.
Pascapersalinan, biasanya bunda rentan mengalami sindrom baby blues, terlebih lagi hal tersebut biasanya terjadi pada sang ibu yang belum terbiasa bahkan tidak bersedia memberikan ASI eksklusifnya untuk bayi mereka. Namun dengan menyusui, secara perlahan rasa trauma pun akan hilang dengan sendirinya dan ibu pun akan terbiasa menyusui bayinya.
Selain membuat kondisi kesehatan dan mental ibu menjadi lebih stabil, ASI eksklusif juga dapat meminimalkan timbulnya resiko kanker payudara. Sebab salah satu pemicu penyakit kanker payudara pada ibu menyusui ialah kurangnya pemberian ASI eksklusif untuk bayi mereka sendiri.
Kemenkes juga merekomendasikan banyak-banyak mengkonsumsi makanan dengan kandungan vitamin C yang sangat baik untuk membantu tubuh menyerap zat besi. Kemudian vitamin D juga sangat penting untuk membantu penyerapan kalsium yang sangat penting untuk memproduksi ASI dengan lancar.
Kekurangan kalsium saat masa menyusui beresiko lebih besar untuk mengalami pengeroposan tulang karena tubuh yang mengambil kalsium dari tulang dan gigi untuk membuat ASI. selain makanan, hidup sehat juga menentukan mempengaruhi kesehatan bunda.
Makanan apa saja yang disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui untuk produksi ASI lancar? Pertama adalah susu rendah lemak. Susu adalah sumber kalsium yang cukup tinggi kandungannya dan juga lebih mudah untuk dicerna karena bentuknya cairan.
Produk susu dalam bentuk yoghurt dan juga keju juga bisa jadi pilihan agar bunda tidak bosan. Selain kalsium susu juga mengandung protein, vitamin B, serta vitamin D. Pilih susu rendah lemak untuk menjaga asupan kalori harian bunda yang menyusui.
Kemudian telur dan ikan salmon. Telur adalah makanan sumber protein nabati dan juga lemak yang baik bagi bunda untuk membantu proses hidup sehat setelah melahirkan. Kandungan nutrisinya tidak hanya bisa melancarkan produksi ASI namun juga bisa tetap menjaga tubuh memiliki energi dan baik untuk otak bayi yang mendapatkannya dari ASI.
Selain itu, dua kali dalam seminggu, bunda juga bisa menambahkan ikan salmon ke dalam menu makanan. Ikan salmon merupakan sumber omega-3 dan kandungan lemak tak jenuh yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil dan juga menjaga kesehatan jantungnya.
Untuk meningkatkan kualitas ASI dan mengembalikan energi setelah melahirkan, disarankan juga untuk mengkonsumsi daging sapi dengan kandungan lemak yang rendah. Daging sapi juga mengandung protein, zat besi, serta vitamin B12 yang sangat penting bagi ibu menyusui.
Selain itu, sebagai tambahan, bisa juga mengkonsumsi suplemen makanan atau vitamin yang bisa menjadi semacam ASI booster. Tapi, pilih yang aman secara medis dan resmi.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
