Ilustrasi kanker tenggorokan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kanker tenggorokan bukan masalah medis sepele karena di balik rasa sakit atau perubahan suara, bisa tersembunyi benih penyakit yang serius. Menurut Alodokter, kanker tenggorokan berkembang ketika terjadi mutasi genetik di sel-sel tenggorokan, yang menyebabkan pertumbuhan sel tidak terkendali dan membentuk tumor.
Dilansir dari RS Pondok Indah, faktor risiko tertentu sangat berpengaruh pada munculnya kanker ini. Faktor-faktor ini bukan hanya kebiasaan sehari-hari, tetapi juga infeksi virus dan paparan lingkungan yang berbahaya.
Penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa meski gejalanya bisa mirip radang tenggorokan biasa, masalah ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Deteksi dini terhadap faktor penyebab bisa menjadi kunci dalam upaya pencegahan dan penanganan yang tepat.
Berikut adalah 5 penyebab kanker tenggorokan yang sering tidak disadari:
1. Merokok dan Penggunaan Produk Tembakau
Salah satu penyebab paling kuat yang diidentifikasi adalah kebiasaan merokok. Zat-zat karsinogenik dalam tembakau dapat merusak DNA sel-sel tenggorokan dan memicu mutasi, yang kemudian berkembang menjadi sel kanker. Faktor ini menjadi titik awal mutasi gen yang sangat berbahaya.
2. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah besar dan secara rutin, meningkatkan iritasi kronis di jaringan tenggorokan. Iritasi ini membuat sel lebih rentan mengalami kerusakan dan mutasi yang menimbulkan kanker. Kedua kebiasaan ini, merokok dan minum alkohol sering saling memperkuat risiko.
3. Infeksi Virus HPV dan Mutasi Genetik
Infeksi human papillomavirus (HPV) telah diidentifikasi sebagai faktor risiko penting untuk kanker tenggorokan. Virus ini dapat memasukkan materi genetiknya ke dalam sel inang dan mengganggu mekanisme pengaturan pertumbuhan sel, memicu mutasi dan proliferasi sel abnormal.Selain HPV, mutasi genetik spontan pada sel tenggorokan juga bisa terjadi tanpa penyebab yang jelas, tetapi kemudian berkembang menjadi kanker.
4. Paparan Bahan Kimia Berbahaya
Paparan jangka panjang terhadap zat kimia karsinogenik seperti nikel, sulfur, asbes, atau polutan industri juga sangat berisiko. Kondisi lingkungan kerja atau tempat tinggal yang tercemar bahan kimia berbahaya bisa memicu kerusakan DNA di sel tenggorokan. Paparan ini bisa bersifat kumulatif, artinya semakin lama dan intens paparan, semakin besar risiko mutasi sel.
5. Gaya Hidup dan Faktor Kesehatan Lain
Selain merokok, alkohol, dan infeksi virus, beberapa faktor lain turut memperbesar risiko kanker tenggorokan. Kondisi seperti GERD (penyakit asam lambung) yang sering membuat refluks asam menyerang tenggorokan, kurangnya asupan buah dan sayur (antioksidan), hingga daya tahan tubuh yang lemah karena penyakit seperti HIV/AIDS atau penggunaan obat imunosupresan. Faktor keturunan atau riwayat keluarga kanker juga turut memainkan peran dalam meningkatkan risiko mutasi sel di tenggorokan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
