
Ilustrasi organ hati pada manusia yang menjadi tempat yang terinfeksi oleh virus hepatitis B (HBV). (Freepik)
JawaPos.com - Hepatitis B adalah penyakit infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Virus ini menyerang sel-sel hati dan dapat menimbulkan peradangan yang bervariasi tingkat keparahannya, mulai dari infeksi ringan tanpa gejala (akut) hingga penyakit serius yang mengancam jiwa (kronis).
Infeksi hepatitis B bersifat akut biasanya terjadi dalam waktu 6 bulan setelah seseorang tertular virusnya. Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan.
Sedangkan, sebagian orang lainnya mengalami infeksi kronis, di mana virus menetap dalam tubuh lebih dari enam bulan. Hepatitis B kronis dapat merusak hati secara perlahan dan meningkatkan risiko komplikasi seperti sirosis (kerusakan hati permanen), gagal hati, hingga kanker hati.
Penyebab Penularan Hepatitis B
Menurut Alodokter, kasus penularan hepatitis B di Indonesia masih terbilang tinggi. Virus ini dapat menular melalui darah, misalnya akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian atau dari ibu hamil kepada bayinya saat proses melahirkan.
Penularan juga dapat terjadi lewat cairan tubuh. Aktivitas seperti berhubungan seksual tanpa pengaman berpotensi menjadi sarana penyebaran, karena virus hepatitis B mampu bertahan hidup dalam berbagai cairan tubuh, termasuk sperma dan cairan vagina.
Gejala Hepatitis B Pada Seseorang
Hepatitis B umumnya tidak menunjukkan gejala khusus, sehingga banyak penderitanya tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi. Namun, gejala dapat muncul sekitar 1-5 bulan setelah terkena virus.
Dikutip dari Halodoc, keluhan yang mungkin timbul meliputi demam, mual hingga muntah, tubuh lemas, serta tampak seperti penyakit kuning. Selain itu, pada sebagian orang ada juga yang bergejala urine berwarna kuning gelap dan feses terlihat pucat.
Cara Menangani Hepatitis B
Hepatitis B akut biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus karena dapat pulih dengan sendirinya, sehingga penanganan hanya difokuskan pada meredakan gejala. Namun, untuk pengobatan hepatitis B kronis biasanya dilakukan dengan antivirus seperti tenofovir.
Penderita juga perlu kontrol rutin ke dokter untuk memantau respons pengobatan dan perkembangan penyakit, karena kondisi kronis dapat memicu kerusakan hati. Jika kerusakan sudah berat, transplantasi hati mungkin diperlukan.
Sebenarnya, agar terhindar dari penularan penyakit ini cukup mudah yaitu dengan melakukan vaksinasi hepatitis B. Vaksin ini memang wajib diberikan sejak masa anak-anak, tetapi perlu dilakukan vaksinasi berulang saat seseorang sudah dewasa karena perlindungannya tidak berlangsung seumur hidup. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
