
Ilustrasi atap rumah yang menggunakan asbes. (Freepik)
JawaPos.com - Asbes adalah sekelompok mineral alami berbentuk serat halus yang tahan terhadap panas, api, dan bahan kimia. Sifatnya yang kuat dan tahan air, menjadikan asbes digunakan dalam berbagai produk bangunan seperti atap dan plafon.
Meskipun bermanfaat secara fungsional, asbes sangat berbahaya bagi kesehatan. Hal ini terjadi saat material asbes rusak atau aus, serat-serat halusnya dapat terlepas ke udara dan terhirup ke dalam paru-paru.
Serat ini sulit dikeluarkan oleh tubuh dan dapat menyebabkan peradangan serta jaringan parut pada paru-paru. Paparan jangka panjang terhadap asbes dapat menimbulkan penyakit serius seperti asbestosis (kerusakan paru-paru), kanker paru-paru, dan mesothelioma.
Faktor Penyebab Asbestosis
Dikutip dari Alodokter, asbestosis disebabkan debu serat asbes yang secara tidak sengaja terhirup seseorang dalam jangka panjang. Serat-serat ini kemudian terjebak di dalam alveoli atau kantong udara pada paru-paru, membentuk jaringan parut yang membuat paru-paru menjadi kaku.
Kekakuan tersebut menghambat paru-paru untuk mengembang dan mengempis secara normal, sehingga penderitanya mengalami kesulitan bernapas. Kondisi ini dapat memburuk apabila penderita juga memiliki kebiasaan merokok.
Bahaya Asbestosis bagi Kesehatan
Asbestosis merupakan penyakit paru-paru kronis, tetapi bukan termasuk kanker. Dikutip dari Halodoc, gejala penyakit ini meliputi sesak napas serta munculnya suara napas berderak kering saat penderita menarik napas. Pada tahap yang lebih parah, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal jantung.
Hingga saat ini belum ada pengobatan yang benar-benar efektif untuk mengatasi asbestosis. Penyakit ini cenderung bersifat melemahkan dan bahkan lebih parah dapat berakibat fatal.
Risiko terkena asbestosis paling tinggi dialami oleh orang yang bekerja merenovasi atau merobohkan bangunan yang mengandung asbes, terutama jika tidak menerapkan langkah-langkah pencegahan yang memadai.
Berdasarkan data kesehatan dari Oregon State University, pekerja yang terpapar asbes dan memiliki kebiasaan merokok berisiko hingga 90 kali lebih tinggi mengalami kanker paru-paru dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok dan tidak terpapar asbes.
Pencegahan dari Penyakit Asbestosis
Pencegahan asbestosis dapat dilakukan dengan menghindari paparan asbes, terutama bagi pekerja pabrik atau furnitur yang berisiko tinggi. Gunakan pelindung wajah dan pakaian khusus saat bekerja.
Jika atap rumah berbahan asbes sudah rusak, segera ganti dengan material yang lebih aman, tetapi hanya oleh tenaga terlatih. Bagi penderita asbestosis, penting untuk rutin memeriksakan diri ke dokter dan berhenti merokok guna menurunkan risiko kanker paru-paru. (*)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
