
Ilustrasi seorang anak yang mengalami kondisi kaki berbentuk X sedang diberikan treatment fisioterapi. (Freepik)
JawaPos.com - Kaki berbentuk X atau dalam istilah medis disebut genu valgum, adalah kondisi ketika kedua lutut saling menempel saat berdiri tegak, sementara pergelangan kaki justru berjauhan. Bentuk tungkai bawah ini menyerupai huruf “X”, sehingga disebut kaki X.
Kelainan bentuk kaki ini memiliki nama lain yaitu knock knee, kondisi yang umum dijumpai pada anak-anak di usia pertumbuhan dan biasanya akan membaik seiring bertambahnya usia. Kaki X umumnya tidak dapat dicegah, tetapi dampaknya bisa diminimalisir.
Penyebab Kondisi Kaki Berbentuk X
Kaki X biasanya mulai tampak jelas pada anak usia sekitar 2-4 tahun. Kondisi ini masih tergolong normal karena merupakan bagian dari tahapan pertumbuhan. Umumnya, bentuk tungkai akan kembali lurus atau normal saat anak mencapai usia 6 hingga 7 tahun.
Selain faktor pertumbuhan, ada pula beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kaki X. Dikutip dari Alodokter, beberapa faktor tersebut adalah radang sendi, seperti osteoarthritis atau rheumatoid arthritis, kelainan genetik yang memengaruhi pertumbuhan tulang maupun persendian.
Kemudian, penyakit rakitis juga bisa sebabkan kondisi kaki X akibat kekurangan vitamin D dan kalsium. Terdapat juga faktor lainnya yaitu cedera pada tulang lutut, tungkai, atau tulang kering juga bisa menjadi penyebabnya.
Dampak Kaki Bentuk X Jika Terus Dibiarkan
Jika kondisi kaki leter X terus dibiarkan maka akan berisiko untuk menambah keparahan kemiringan pada tulang lutut dan sendinya. Hal ini akan terjadi terutama pada penderita yang memiliki berat badan berlebih (obesitas).
Dikutip dari Alodokter, tidak hanya kemungkinan di atas yang dapat terjadi. Melainkan, masih terdapat risiko lainnya seperti penyakit lutut kronis, osteoarthritis, rheumatoid arthritis, serta nyeri yang para saat berdiri dan berjalan.
Upaya Menangani Kondisi Kaki yang Berbentuk X
Penanganan kaki X harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya, sehingga penting untuk memeriksakan kondisi ini ke dokter. Jika kondisi ini disebabkan oleh penyakit rakhitis, maka dokter akan memberikan suplemen vitamin D dan kalsium untuk membantu memperkuat tulang.
Cara lainnya adalah melalui fisioterapi, yang umumnya direkomendasikan untuk remaja maupun orang dewasa. Terapi ini bertujuan memperkuat otot serta tulang di sekitar lutut sekaligus mencegah kerusakan akibat tekanan pada sendi, sehingga gejala yang timbul akibat kaki X dapat diminimalkan.
Upaya terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan tindakan operasi bernama operasi osteotomi. Dikutip dari HelloSehat, tindakan ini dilakukan pada kasus kelainan bentuk kaki yang cukup parah atau ketika kondisi kaki X tetap bertahan setelah masa pertumbuhan selesai.
Dokter akan melakukan pemotongan dan penyelarasan tulang agar posisi kaki kembali lurus. Masa pemulihan biasanya membutuhkan istirahat, penggunaan alat bantu jalan, serta fisioterapi, dengan waktu penyembuhan total sekitar enam bulan. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
