
Ilustrasi seorang perempuan memegang cotton bud yang mau dia gunakan. (Freepik)
JawaPos.com - Cotton bud adalah alat kecil berbentuk batang ramping yang ujungnya dilapisi kapas lembut. Alat ini biasanya digunakan untuk membersihkan area tubuh tertentu, seperti telinga bagian luar.
Penggunaan cotton bud tidak hanya dalam dunia kesehatan, tetapi juga berguna untuk dunia kecantikan. Cotton bud sering digunakan untuk merapikan riasan, membersihkan area mata, menghapus cat kuku yang berantakan, atau mengoleskan produk perawatan kulit pada area kecil.
Mempunyai keunggulan dengan ukuran yang kecil dan ujung kapasnya yang halus, cotton bud sangat membantu untuk pekerjaan detail yang memerlukan ketelitian. Fungsinya yang beragam dan praktis, menjadikan cotton bud salah satu perlengkapan sederhana yang banyak tersedia di rumah maupun fasilitas kesehatan.
Meskipun disukai karena berguna dan mudah didapat, sebenarnya penggunaannya cotton bud untuk membersihkan telinga tidak dianjurkan. Dikutip dari Halodoc, penggunaan cotton bud berisiko mendorong kotoran lebih dalam, sehingga akan terjadi penumpukan dan penyumbatan.
Pemakaian cotton bud secara kasar bisa menimbulkan iritasi pada kulit di saluran telinga, dan kondisi ini berisiko memicu infeksi akibat bakteri maupun jamur. Selain itu, mengorek telinga terlalu dalam juga dapat menyebabkan robekan pada gendang telinga. Hal ini terjadi karena gendang telinga sangat tipis dan rentan robek.
Agar proses membersihkan telinga bisa berlangsung dengan aman, disarankan untuk langsung memeriksakan diri ke dokter THT. Dokter dapat menggunakan berbagai metode, mulai dari sendok serumen, forceps (alat penjepit khusus), hingga suction atau alat penyedot khusus.
Dikutip dari Alodokter, berikut beberapa tindakan yang biasanya dilakukan dokter THT guna menjaga kebersihan sekaligus kesehatan telinga.
1. Irigasi Telinga
Irigasi telinga adalah salah satu metode efektif untuk membersihkan telinga. Pada prosedur ini, dokter THT menyemprotkan air atau larutan saline ke dalam telinga secara perlahan. Menggunakan teknik yang benar, cara ini mampu membantu mengeluarkan kotoran telinga dengan aman.
2. Microsuction
Salah satu metode yang paling sering digunakan dokter THT untuk membersihkan telinga adalah microsuction. Teknik ini mirip dengan irigasi telinga dan sama-sama tidak menimbulkan rasa sakit. Selama proses tindakan ini biasanya dokter memakai alat khusus yang berfungsi menyedot kotoran telinga hingga bersih.
Walaupun lebih aman dibandingkan membersihkan telinga sendiri, tidak semua orang akan cocok dengan metode tersebut. Itulah sebabnya dokter THT akan memeriksa kondisi telinga terlebih dahulu sebelum menentukan prosedur yang tepat.
Membersihkan telinga secara mandiri sebenarnya masih diperbolehkan selama hanya dilakukan pada bagian luar telinga. Namun, jika kotoran berada lebih dalam, sebaiknya serahkan kepada dokter THT, mengingat saluran dan gendang telinga sangat sensitif dan berisiko mengalami kerusakan. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
