Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 00.20 WIB

Waspada Penyakit Disentri! Inilah Gejala, Penyebab, Pencegahan, dan Proses Pengobatannya

Ilustrasi seorang perempuan sedang mengalami kesakitan di area perut. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang perempuan sedang mengalami kesakitan di area perut. (Freepik)

JawaPos.com - Di dalam perut, ada banyak organ-organ penting agar tubuh kita dapat bekerja dengan baik dan tetap sehat. Maka dari itu, kita tidak dapat menganggap enteng rasa nyeri pada perut kita.

Salah satu sistem organ yang sering dikaitkan dengan perut kita adalah sistem pencernaan. Yang juga sangat penting karena berkat merekalah kita dapat mendapatkan nutrisi.

Sehingga, apabila pencernaan kita bermasalah, seluruh tubuh kita juga mengalami dampak darinya pula.

Disentri

Dilansir dari NHS, disentri adalah penyakit yang terjadi apabila infeksi pada pencernaan kita mengakibatkan diare berdarah.

Ada beberapa kasus di mana disentri dapat sembuh dengan sendirinya, namun sangat disarankan untuk menemui dan diobati oleh dokter karena dapat berakibat fatal.

Dilansir dari Cleveland Clinic, ada dua macam disentri utama yang dapat dialami:

  • Amoebic dysentery (amoebiasis): disentri ini disebabkan oleh beberapa parasit seperti Entamoeba histolytica (E. histolytica), Balantidium coli (B. coli), dan strongyloidiasis.
  • Bacillary dysentery: disentri macam ini disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Shigella, Salmonella, Campylobacter, dan Escherichia coli (E. coli).

Gejala-gejala

Dilansir dari Healthline, infeksi pada organ pencernaan ini dapat menyebabkan diare berdarah yang pada beberapa kasus bertahan hingga beberapa hari.

Gejala-gejala lainnya yang dapat ditemukan adalah:

  • Nyeri pada perut atau kram perut
  • Mual
  • Demam
  • Dehidrasi

Penyebab

Disentri biasanya disebabkan oleh kurangnya tingkat kebersihan pada pasien. Contohnya, kurang rajin mencuci tangan.

Infeksi ini juga dapat disebarkan melalui sentuhan pada makanan dan minuman yang memiliki bakteri atau virus penyebab disentri tersebut. Karena itu, kontak fisik dengan penderita juga dapat menyebarkan disentri pula.

Diketahui disentri juga dapat disebabkan oleh kontak dengan air yang terpolusi, seperti air sungai, danau, dan kolam yang kotor.

Bakteri Shigella dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, dan anak-anak lebih rentan terhadap bakteri tersebut. Maka dari itu, orang-orang yang paling beresiko terkena disentri selanjutnya adalah orang-orang terdekat.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore