Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 03.21 WIB

Probiotik vs Prebiotik: Mengetahui Dua Nutrisi yang Penting bagi Pencernaan Kita dan Sumber-sumbernya

Ilustrasi seorang perempuan sedang mengkonsumsi makanan kaya probiotik (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Kesehatan pencernaan adalah kunci untuk hidup yang lebih baik, karena dengan pencernaan yang sehat, tubuh kita dapat menyerap nutrisi dari makanan secara optimal. Karena itu, menjaga kesehatan organ pencernaan menjadi hal yang sangat penting.

Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan pencernaan, salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan yang tepat, khususnya yang kaya akan probiotik dan prebiotik. Tapi, apa perbedaan keduanya?

Probiotik

Dilansir dari Mayo Clinic, probiotik adalah mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Mikroorganisme ini, yang sering berbentuk bakteri atau ragi, dapat ditemukan dalam makanan yang melalui proses fermentasi, seperti yogurt.

Menurut MD Anderson Cancer Center, probiotik dapat diibaratkan sebagai "rekan kerja" yang membantu menjaga kesehatan usus. Untuk menemukan makanan yang mengandung probiotik, cara termudah adalah dengan memeriksa label produk. Pasalnya, tidak semua makanan hasil fermentasi mengandung probiotik, karena beberapa proses fermentasi dapat membunuh mikroorganisme hidup ini. Itulah sebabnya, probiotik terkadang ditambahkan ke dalam makanan setelah diproses.

Beberapa makanan yang dikenal kaya akan probiotik adalah:

  • Keju
  • Yogurt
  • Kefir
  • Tempe
  • Acar
  • Kombucha
  • Kimchi

Prebiotik

Dilansir dari Healthline, prebiotik adalah makanan kaya serat yang berfungsi sebagai "makanan" bagi probiotik. Dengan mengonsumsi prebiotik, kita membantu bakteri baik ini untuk bekerja lebih efektif.

Menurut Cleveland Clinic, prebiotik umumnya ditemukan dalam makanan berkarbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan manusia, tetapi dapat dicerna oleh bakteri probiotik.

Beberapa makanan yang kaya akan prebiotik meliputi:

  • Buah dan sayuran kaya serat
  • Kentang
  • Pisang
  • Artichoke
  • Biji-bijian
  • Oatmeal
  • Asparagus
  • Bawang-bawangan

Suplemen Probiotik dan Prebiotik

Dalam kondisi sehat, organ pencernaan kita umumnya sudah mendapatkan asupan probiotik dan prebiotik yang cukup dari makanan sehari-hari. Namun, bagi sebagian orang yang kurang mengonsumsi serat atau memiliki jumlah bakteri baik yang tidak seimbang di usus, suplemen mungkin disarankan oleh dokter.

Meskipun demikian, perlu diketahui bahwa tidak semua suplemen probiotik yang dijual di pasaran dapat bertahan lama, yang bisa memengaruhi efektivitasnya saat dikonsumsi. Maka, mengonsumsi suplemen bersamaan dengan makanan yang kaya probiotik dan prebiotik dapat meningkatkan peluang suplemen untuk bekerja lebih baik.

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh Microsleep, Tidur Hitungan Detik Ini Bisa Bikin Nyawa Melayang, Kenali 5 Cara Pencegahannya

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore