Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 12.00 WIB

Hati-Hati, Kebiasaan Pakai Headset Mengintai Kesehatan Telinga! Simak Bahaya dan Tips Aman Penggunaannya

Ilustrasi ketika seseorang menggunakan headset (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Penggunaan headset telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kebiasaan mendengarkan musik saat berolahraga, mengerjakan tugas, belajar, atau bahkan berkendara telah menjadi hal yang lumrah. Aktivitas ini sering kali dilakukan untuk mengisi waktu perjalanan atau sekadar menikmati hiburan musik favorit. Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan telinga jika tidak dilakukan dengan bijak.

Tidak hanya untuk mendengarkan musik, headset juga kerap digunakan untuk keperluan komunikasi dalam jangka waktu yang panjang. Banyak pekerja kantoran yang menghabiskan berjam-jam melakukan panggilan telepon menggunakan headset.

Selain itu, tidak jarang seseorang juga menggunakan headset selama berjam-jam untuk bermain game online bersama teman-temannya. Kebiasaan berbicara di telepon sambil melakukan aktivitas lain seperti memasak atau bersih-bersih rumah juga semakin umum dilakukan dengan bantuan headset wireless.

Banyak orang merasa lebih produktif dan terhibur ketika melakukan suatu pekerjaan dengan diiringi alunan musik favorit. Meskipun begitu, penggunaan headset yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius.

Faktor utamanya adalah paparan suara dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam jangka waktu lama dan jarak yang sangat dekat dengan gendang telinga. Kondisi ini membuat telinga menerima tekanan suara yang lebih intens dan terfokus, sehingga berpotensi merusak struktur halus di dalam telinga.

Untuk itu, Alodokter turut menyoroti beberapa efek samping serius dari penggunaan headset dengan volume yang terlalu keras.

1. Tinnitus

Tinnitus adalah kondisi ketika seseorang mendengar suara berdengung, berdesir, atau bersiul di dalam telinga meskipun tidak ada sumber suara eksternal. Menurut beberapa penelitian, kebiasaan mendengarkan musik menggunakan headset dengan volume suara tinggi selama 3 jam atau lebih dapat meningkatkan risiko terjadinya tinnitus secara signifikan.

Kondisi ini dapat bersifat sementara atau permanen, tergantung pada tingkat kerusakan yang terjadi pada telinga bagian dalam. Bahkan bagi penderita tinnitus yang persisten, kondisi ini dapat mengganggu saat sedang tidur atau berada dalam lingkungan yang sepi.

2. Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran dapat terjadi setelah telinga terpapar suara keras, bahkan hanya dalam waktu yang relatif singkat. Ketika mengalami gangguan pendengaran, seseorang mungkin akan kesulitan atau bahkan tidak mampu mendengar suara secara normal seperti sebelumnya.

Biasanya gejala yang sering muncul diawali dengan kesulitan mendengar percakapan dalam keramaian atau suara-suara dengan frekuensi tinggi. Gangguan ini dapat bersifat sementara jika segera ditangani, namun bisa menjadi permanen jika telinga terus terpapar suara keras.

3. Hilangnya Pendengaran atau NIHL (Noise-Induced Hearing Loss)

Efek samping yang paling berbahaya dari sering menggunakan headset adalah kehilangan pendengaran yang dikenal sebagai NIHL. Kondisi ini biasanya terjadi secara bertahap dan terkadang baru terdeteksi melalui tes pendengaran profesional ketika kerusakan sudah cukup parah.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore